- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
- DPRD Barito Utara Dorong Peningkatan Fasilitas dan Pelayanan Jamaah Haji
- Pemkab Barito Utara Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Harapkan Menjadi Teladan di Masyarakat
Rekan Anies, Ajak Aktivis 98 Untuk Memperjuangkan Keadilan Sosial
Keadilan Sosial adalah isu penting yang harus dibangun dalam wacana menuju 2024

Keterangan Gambar : Acara Konsolidasi Aktivis 98
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Agung Nugroho, Pendiri Relawan Kemenangan Anies (Rekan Anies) dalam acara Konsolidasi Aktivis 98 yang mengangkat tema "Indonesia Darurat Demokrasi" hari Senin (6/1) di kawasan Jakarta Selatan. Agung mengajak aktivis 98 untuk ikut memperjuangkan terwujudnya keadilan sosial di seluruh Indonesia lewat dukungannya kepada capres di pemilu 2024.
"Sebagai aktivis, tentunya kita mendukung karena konsepsi politiknya tentang Indonesia di 2024 bukan semata-mata karena figurnya" ujar Agung.
Keadilan Sosial adalah isu penting yang harus dibangun dalam wacana menuju 2024 sebagai ruang perdebatan yang produktif untuk menggeser perdebatan yang tidak produktif selama 10 tahun belakangan ini. Agung menganggap perdebatan yang tidak produktif tersebut justru menegasikan persoalan kesejahteraan rakyat yang selama ini jauh dari harapan cita-cita reformasi 98.
"Isu keadilan sosial harus bisa menggeser perdebatan yang hanya mempersempit pemahaman ilmiah kita sebagai aktivis sehingga melupakan persoalan kesejahteraan rakyat" harap Agung.
Terkait dengan Indonesia Darurat Demokrasi, Agung mengatakan bahwa gejalanya memang mengarah kepada darurat demokrasi. Hal ini ditunjukan olehnya dengan berkembangnya wacana penundaan pemilu dan merubah batas periode presiden menjadi 3 periode. Menurut Agung, hal tersebut adalah mengingkari ruh perjuangan reformasi 98 yaitu membatasi waktu kekuasaan presiden hanya 2 periode.
"Mengingkari ruh reformasi 98 dan juga makar terhadap konstitusi, dan menjadi kewajiban semua aktivis 98 untuk menblocking agar itu tidak terjadi" seru Agung.
Selain soal penundaan pemilu dan 3 periode jabatan presiden, Agung juga mengungkapkan gejala lainnya sehingga demokrasi Indonesia dalam kondisi darurat dimana saat ini alam pikiran kita coba diintervensi untuk menganggap wajar semua proses pengkondisian yang dijalankan penguasa saat ini, dimana penuh dengan praktik yang tidak normal dan tidak boleh dinormalkan dalam demokrasi.
"Kita mengganggap wajar pelemahan demokrasi yang dilakukan oleh penguasa secara pelan-pelan, sehingga kita menjadi terbiasa dengan kondisi saat ini yang sebenarnya sangat buruk" tutup Agung.
Konsolidasi Aktivis 98 yang mengangkat tema "Indonesia Darurat Demorasi" para nara sumber yaitu Ketua Ganjar Pranowo Mania, Imanuel Ebenezer (Noel); Ketua Seknas Puan Maharani Presiden, Firman Tendri; Pendiri Rekan Anies Indonesia, Agung Nugroho; Barikade'98, Hengky Irawan, dan Ketua Umum Jariraya, Laode Kamaludin.



.jpg)













