Breaking News
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
Perkuat Koperasi, LPDB-KUMKM Gencarkan Pembiayaan Dana Bergulir

Jakarta(MegapolitanPos.com) - Dalam rangka memperkuat ekosistem bisnis koperasi di Indonesia, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus gencar menyalurkan dana bergulir kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia. Tercatat, berdasarkan data sampai dengan 9 Februari 2022, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp80,3 miliar yang disalurkan kepada 8 mitra koperasi konvensional, dan 6 mitra koperasi syariah. Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, sinergi maupun kolaborasi antar lembaga maupun Pemerintah Daerah terus diintensifkan agar penyaluran dana bergulir dapat berjalan optimal. "Tentu kami dalam menyalurkan dana bergulir harus sesuai dengan prinsip kami, yakni tri sukses, sukses penyaluran, sukses pemanfataan, dan sukses pengembalian," ujar Supomo di Jakarta. Menurut Supomo, meski masih dalam tahap awal, saat ini pihaknya terus mendorong penyaluran dana bergulir yang ditargetkan sepanjang 2022 mencapai Rp1,8 triliun. "Saya optimis target kuartal I ini bisa selesai, sehingga bisa menyalurkan lebih banyak lagi dan nantinya di penghujung akhir tahun ini dapat mencapai target kembali," tegas Supomo. Dalam memperkuat ekosistem bisnis koperasi, LPDB-KUMKM melakukan berbagai upaya, mulai dari kolaborasi dan sinergi program pengembangan ekonomi masyarakat melalui koperasi bersama dengan pemerintah daerah, antar lembaga negara maupun kementerian. Supomo menjelaskan, berbagai kolaborasi dan sinergi yang tengah dijalankan diantaranya perkuatan desa wisata di Bali dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kemudian sinergi program klaster pangan di Kabupaten Nganjuk. "Terbaru kami juga melakukan kolaborasi bersama PT Mitratani Dua Tujuh dalam pengembangan koperasi sektor riil komoditas edamame," kata Supomo. Menurut Supomo, dengan semangat New LPDB-KUMKM, bukan hanya fokus pada penyaluran dana bergulir tapi juga perkuatan ekosistem bisnis koperasi yang menjadi mitra-mita LPDB-KUMKM. "Ini disambut positif oleh para koperasi-koperasi mitra kami, jadi LPDB-KUMKM bukan hanya hit and run pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar usaha dan bisnis koperasi bisa sustainable, dan berimbas pada usaha anggota-anggotanya yang merupakan pelaku UMKM," kata Supomo. Bidik Koperasi Sektor Riil Kemudian, dengan target pembiayaan kepada koperasi sektor riil sebesar 40 persen, LPDB-KUMKM membidik pembiayaan kepada koperasi sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Tercatat, sepanjang tahun 2021 lalu, jumlah mitra koperasi yang mendapatkan pembiayaan dana bergulir sebanyak 192 unit, dimana 25 persen merupakan koperasi sektor riil. "Melalui pendanaan dari kami kepada koperasi produktif tersebut, kami harapkan bisa memberikan peningkatan kesejahteraaan bagi para petani, nelayan, dan UMKM yang bergerak dalam sektor produktif. Hal ini masih kami jalankan melalui skema korporatisasi petani agar sektor produktif bisa lebih maju, dan berkembang," kata Supomo. Sebab dengan korporatisasi pertanian, merupakan cara pemerintah dalam mengatasi ketergantungan bahan pangan impor dan meningkatkan ketahanan pangan, serta dalam menjaga laju inflasi agar tetap terkendali. "Korporatisasi pertanian merupakan program untuk mewujudkan ketahanan pangan, hal ini dilakukan dengan mendorong bergabungnya para petani ke koperasi. Jadi ya, kami dari LPDB-KUMKM akan terus berperan dan terlibat dalam program koporatisasi petani ini kedepannya," ungkap Supomo. (AS/Red/MP).


.jpg)













