- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
- Dengarkan Pidato Kenegaraan, Anggota DPRD, Gun Sri Witanto Tekankan Pentingnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Amanah UUD 45
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jelang HUT ke-81 RI
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih dan Swasembada Bawang Putih
- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
Pendidikan Vokasi di Kampung Ilmu Harus Mampu Kembangkan Kewirausahaan Nasional

Megapolitanpos.com, Purwakarta - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki berharap Kampung Ilmu yang dikembangkan di Purwakarta mampu melahirkan masyarakat yang memiliki Skill of Life, melalui pendidikan vokasi.
“Saya juga berharap Kampung Ilmu sebagai sentra pendidikan alternatif terus berperan aktif dalam pengembangan kewirausahaan nasional," kata MenKopUKM, Teten Masduki, saat berdialog dengan Sosiolog Imam Prasodjo dan para pihak, di Kampung Ilmu, Desa Cisarua, Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (6/7).
Intinya, dunia pendidikan bukan sekadar menciptakan lulusan sebagai pencari kerja, melainkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja. MenKopUKM Teten menambahkan, ada sekitar 3,5 juta orang lulusan pendidikan formal masuk ke bursa kerja pertahun, dimana 1,7 juta diantaranya adalah sarjana.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Menteri UMKM Pastikan Status Usaha Mikro Beri Manfaat bagi Pengemudi Ojol
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
Tapi, dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen saja, hanya mampu terserap sebanyak 2 juta orang. Artinya, ada sekitar 1,5 juta yang menganggur.
Belum lagi, 97 persen lapangan kerja yang ada, disediakan sektor-sektor informal atau usaha mikro, seperti penjaga warung, pedagang bakso, dan sejenisnya. "Dengan kondisi seperti itu, mencetak lulusan yang memiliki skill of life, menjadi teramat penting," ucap Menteri Teten.
Oleh karena itu, MenKopUKM mengatakan, keberadaan Kampung Ilmu bukan sekadar mengajari sesuatu, seperti berternak, bertani, berkebun, dan lainnya. "Harus lebih dari itu, yakni bagaimana penerapan model bisnisnya," ucapnya.
Bagi MenkopUKM, harus ada model bisnis yang bisa membuat peternakan dan pertanian yang dikembangkan di Kampung Ilmu mampu produktif, efisien, meningkatkan kesejahteraan petani/peternak, hingga mampu menyuplai kebutuhan pangan daerah dan nasional.
"Untuk mencapai skala ekonomi, jangan ada lagi petani-petani berlahan kecil berjalan sendiri-sendiri. Mereka harus dikonsolidasikan dalam sebuah wadah koperasi," kata MenKopUKM.
Ia mencontohkan, konsolidasi petani pisang di Tenggamus, Lampung, yang melibatkan ribuan petani dengan total lahan sebanyak 600 hektare. Begitu juga di Bener Meriah, Aceh, yang setelah mengkonsolidasikan banyak petani pisang hingga mampu berlahan 1000 hektare.
Contoh lain adalah Koperasi Pondok Pesantren Al It-tifaq di Ciwidey, Bandung, yang mampu mengkonsolidasikan sekitar 1200 petani sayur-mayur. "Di sana, koperasi yang membeli produk sayur milik petani, kemudian koperasi yang menjualnya ke banyak minimarket dan pasar moderen," kata MenKopUKM.
Dengan begitu, kata MenKopUKM program pertanian atau peternakan dikembangkan secara terencana. Dengan model seperti itu, tercipta kepastian harga dan juga pasar. "Dengan konsolidasi petani atau peternak, akan lebih mudah terhubung dengan offtaker dan juga lembaga pembiayaan," katanya.
Small Berjejaring
Dalam kesempatan yang sama, Imam Prasodjo sepakat dengan MenKopUKM, dimana konsep usaha yang akan dikembangkan di Kampung Ilmu adalah Small Berjejaring. "Bahkan, kami terus mendorong sekolah-sekolah formal membuat unit-unit usaha yang berkaitan erat dengan masyarakat sekitar," kata Imam.
Imam bercerita, Kampung Ilmu yang digagasnya melalui Yayasan Nurani Dunia, dikembangkan dengan tujuan untuk membangun karakter, mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta tempat berbagi pengalaman yang diselenggarakan secara partisipatif dan integratif.
Kampung Ilmu adalah konsep pengembangan komunitas atau masyarakat yang fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan keterampilan hidup. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada di sekitar mereka.
"Kampung Ilmu merupakan kawasan pendidikan transdisiplin hybrid formal-informal," kata Imam.
Dalam Kampung Ilmu, kata Imam, masyarakat bekerja sama untuk mengatasi masalah lokal, menemukan solusi inovatif, dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Terintegrasi dengan gedung pendidikan formal SMK Negeri Tegalwaru tersebut, sejumlah area pendidikan terapan fungsional juga dibangun di penjuru desa. "Ada Rumah Inspirasi, tempat pelatihan budidaya ikan. Ada Kebun Impian, tempat pengolahan sampah organik, budidaya maggot, dan pengolahan air," kata Imam.
Ada Saung Kembar sebuah camping ground, tempat berbagai aktivitas pemuda. Vila Kambing Cigadog yang menjadi sentra peternakan kambing perah sebagai tempat rintisan pemberdayaan warga.
Tak ketinggalan, ada Rumah Digital. "Tempat ini akan digunakan sebagai pusat pelatihan teknologi informasi. Dan sedang dibangun Gedung SBI, sebagai gedung pertunjukan sekaligus ruang serba guna," kata Imam.
Selain di Purwakarta, Jawa Barat, konsep Kampung Ilmu telah menyebar ke Jawa Tengah, tepatnya di beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap dengan nama Kampung Ilmu Serayu Network.
(Reporter Achmad Sholeh sumiukm2@gmail.com)




.jpg)












