Breaking News
- DPRD Barito Utara Hadir di Batu Raya I, Serap Aspirasi Warga Lewat Safari Ramadhan
- Wisata Belanja Ramadhan 2026, 819 Anak di Barito Utara Dapat Bantuan Belanja Lebaran
- Pemkab Barito Utara Gelar Pasar Murah dan Bagikan Sembako Gratis, Upaya Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
Pencari Kayu Galam Diterkam Buaya Begini Kondisi Tubuh Korban

MEGAPOLITANPOS. COM (Pulang Pisau) -Serangan buaya pemangsa di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau kembali terjadi. Seorang pencari kayu galam, yang diketahui bernama Ahmadi (43) warga Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, tewas. Korban ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Sebagian tubuh korban hilang. Bagian tersisa hanya bagian kepala dan dada saja. Camat Sebangau Kuala H. Sugianto, kepada awak media mengatakan bahwa peristiwa terjadi saat korban mencari kayu galam di sekitaran Muara Pangkoh, Kecamatan Sebangau Kuala bersama anak dan saudaranya pada, Senin, 28 Februari 2022. Korban diduga diserang buaya saat seorang diri dan sedang mengikat kayu galam, padahal sebelumnya warga dan keluarga sudah mengingatkan korban agar segera naik karena air sudah mulai dalam. Biasanya terang Camat, buaya akan masuk bersamaan dengan air pasang dari DAS Sebangau ke parit-parit kecil. Tidak ada yang melihat saat korban diserang buaya, dan hanya melihat korban sudah tidak ada lagi di lokasi. Keluarga korban dan warga kemudian melakukan pencarian bersama warga setempat, namun sampai sore dan hampir gelap korban tidak ditemukan. Pencarian kembali dilakukan pada Selasa 1 Maret 2022 dan sekitar pukul 10.00 WIB korban akhirnya bisa ditemukan, dengan kondisi sudah kehilangan kaki dan tangan, hanya tersisa bagian dada dan kepala saja. Warga juga dihimbau Camat, agar waspada dan memastikan kondisi lokasi tersebut aman dari buaya, meski berkerja di sungai kecil-kecil.(Jam/Red/MP)

















