Breaking News
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
Pencari Kayu Galam Diterkam Buaya Begini Kondisi Tubuh Korban

MEGAPOLITANPOS. COM (Pulang Pisau) -Serangan buaya pemangsa di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau kembali terjadi. Seorang pencari kayu galam, yang diketahui bernama Ahmadi (43) warga Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, tewas. Korban ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Sebagian tubuh korban hilang. Bagian tersisa hanya bagian kepala dan dada saja. Camat Sebangau Kuala H. Sugianto, kepada awak media mengatakan bahwa peristiwa terjadi saat korban mencari kayu galam di sekitaran Muara Pangkoh, Kecamatan Sebangau Kuala bersama anak dan saudaranya pada, Senin, 28 Februari 2022. Korban diduga diserang buaya saat seorang diri dan sedang mengikat kayu galam, padahal sebelumnya warga dan keluarga sudah mengingatkan korban agar segera naik karena air sudah mulai dalam. Biasanya terang Camat, buaya akan masuk bersamaan dengan air pasang dari DAS Sebangau ke parit-parit kecil. Tidak ada yang melihat saat korban diserang buaya, dan hanya melihat korban sudah tidak ada lagi di lokasi. Keluarga korban dan warga kemudian melakukan pencarian bersama warga setempat, namun sampai sore dan hampir gelap korban tidak ditemukan. Pencarian kembali dilakukan pada Selasa 1 Maret 2022 dan sekitar pukul 10.00 WIB korban akhirnya bisa ditemukan, dengan kondisi sudah kehilangan kaki dan tangan, hanya tersisa bagian dada dan kepala saja. Warga juga dihimbau Camat, agar waspada dan memastikan kondisi lokasi tersebut aman dari buaya, meski berkerja di sungai kecil-kecil.(Jam/Red/MP)


.jpg)













