Penambahan Negara Penempatan PMI Skema G to G Disetujui, Kepala BP2MI Berharap ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

By Sigit 14 Okt 2024, 21:35:59 WIB DKI Jakarta
Penambahan Negara Penempatan PMI Skema G to G Disetujui, Kepala BP2MI Berharap ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan Pemerintah telah menyetujui 11 negara tujuan untuk penempatan pekerja migran Indonesia skema antar pemerintah atau Government to Government (G to G). Sebelumnya, kata Benny, pihaknya mengusulkan penambahan sebanyak 19 negara yang menjadi sasaran penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

"Kami usulkan 19 negara, dan hasil pembicaraan kementerian dan lembaga, Presiden (Joko Widodo) setuju 11 negara. Jadi kita akan running," kata Benny dalam seremonial pelepasan 196 PMI skema G to G Korea Selatan di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (14/10/2024).

Adapun 11 negara diantaranya, Amerika Serikat, Canada, New Zealand, Australia, Nigeria, Kuwait, dan Saudi Arabia. 

Baca Lainnya :

Saat ini BP2MI telah menjalankan skema penempatan G to G ke 3 negara, yakni Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.

Benny berharap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dapat memaksimalkan peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia di 11 negara tersebut.

"Mereka harus dibebaskan biaya penempatan, kemudian membuka negara-negara penempatan dengan skema G to G," imbuh Benny.

Hal ini, tambah Benny, bertujuan agar adanya persaingan yang sehat antara pihak swasta dan Pemerintah.

"Masak kita kalah dengan swasta. Swasta katakan dapat 78 negara penempatan, negara juga harus memberikan kepada penyelenggara penempatan dengan angka yang sama, maka di sini akan terjadi kompetisi yang sehat," ujar Benny.

Sehingga, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) memiliki pilihan apakah akan berangkat dengan swasta atau skema G to G yang ditawarkan Pemerintah. 

"Jadi akan ada persaingan yang sehat untuk berlomba-lomba dalam hal persiapan PMI, dan proses penempatan mana yang dinilai lebih baik," tutur Benny. ** (Anton)




  • Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

    🕔22:09:27, 07 Jun 2026
  • Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

    🕔22:13:22, 07 Jun 2026
  • Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat

    🕔22:17:25, 07 Jun 2026
  • Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya

    🕔21:20:30, 03 Jun 2026
  • Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

    🕔22:38:03, 02 Jun 2026