- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman, dan Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib. Senin, (26/01/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) audensi dengan Bupati Majalengka dan menghadirkan seluruh pimpinan lembaga jasa keuangan diantaranya, perbankan, pegadaian, BPR, dan lainnya.
Ini bertujuan, menjalin sinergi, komunikasi kolaborasi kerjasama dalam upaya mendorong para pelaku dunia Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal itu dikatakan, Agus Muntholib sebagai Kepala OJK Cirebon. Ia pun menegaskan bahwa, OJK berkomitmen secara penuh untuk menyampaikan program utama dalam pendorong peningkatan akses yang berkaitan dengan penyaluran KUR.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 500 Merek dari 16 Negara
- Kementerian UMKM dan PNM Segera Salurkan Pembiayaan Perempuan Prasejahtera Berbunga 8 Persen
"Berdasarkan statistik data penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Barat, untuk Kabupaten Majalengka ada di peringkat 19 dari 27 Kota/Kab di Jawa Barat," katanya usai gelar audensi di ruang rapat Kantor Bupati Majalengka. Senin, (26/01/2026).
Agus menjelaskan, karena dasar itu dan juga masih dalam wilayah kerja kami serta berdekatan dengan Cirebon berharap dengan hasil audensi ini bersama sama mendorong hal tersebut.
"Adapun hal yang berkaitan dengan kendala ini adalah soal mengakses informasi. Jadi begini, rata rata perbankan memiliki standar atau persyaratan selain yang ditetapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI yaitu salah satunya adalah SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan," jelasnya.
Lebih jauh ia kembali menjelaskan, diketahui bersama bahwa OJK pun telah menegaskan SLIK itu bukan satu satunya alat atau hal yang utama untuk mengukur orang bisa mendapatkan KUR atau tidak.
"Karena, perbankan bisa menetapkan risk tolerance atau resiko toleransi terhadap para nasabah yang memilki catatan SLIK. Pada dasarnya diantara mereka ada yang mengajukan KUR bukan karena masalah yang bersangkutan tetapi dipinjam oleh saudara semisal kakak atau adiknya," paparnya.
Agus menambahkan, dari itu kami meminta perbankan lebih selektif mengkaji riset ontimenya untuk bisa lebih di optimalkan. Kami OJK sudah mendorong akan hal itu dengan dikeluarkannya POJK 19 tahun 2025 agar ada kemudahan akses pembiayaan bagi KUKM karena diketahui indonesia di topang perekonomiannya sekira 60 persen dari UMKM.
"Dari catatan kami, banyak sekali pengaduan hingga 40 persen di tahun 2025 kemarin. Ada 1976 soal itu karena SLIK dan itu menjadi salah satu kendala, berharap agar di internalnya bisa memilki kebijakan. Masyarakat nanti yang terkendala dengan SLIK di berikan semacam relaksasi waktu." harapnya.
Sementara itu, Bupati Majalengka H Eman Suherman menambahkan, Alhamdulillah hari ini sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi saya berkesempatan bisa rapat bersama dengan OJK dan seluruh perbankan.
"Sebelumnya kami pemerintah pernah meminta dipasilitasi bertemu dengan seluruh pimpinan jasa perbankan di Majalengka, karena selama ini kita belum pernah," ujarnya.
Bupati diakhir menambahkan, pemerintah dalam hal ini mengapresiasi langkah OJK dalam upaya dorong para pelaku UMKM dengan KUR nya.
"Melihat dari hal itu, perbankan pun harus bisa menjadi manfaat untuk rakyatnya," pungkasnya. ** (Agit)










.jpg)





