- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Pembiasaan MBG Kembali Hadirkan Variasi Menu Baru yang Disambut Antusias Para Siswa SDN Pinang 2

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pembiasaan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden dan Wakil Presiden Periode 2024-2029 yang berlangsung di Kota Tangerang telah memasuki tahap uji coba terakhir di sekolah ke-108. Dengan antusiasme tinggi dari siswa, orang tua, dan pihak sekolah, program ini dinilai semakin baik dari segi pelaksanaan dan menu yang disajikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan, Helmiati. Menurutnya, menu MBG kini semakin disukai anak-anak karena adanya inovasi dari Dinas Kesehatan yang tetap memerhatikan aspek gizi.
"Kami menambahkan variasi menu seperti nugget ayam campur tempe, sayur sop, buah jeruk, dan nasi dengan gramasinya yang sudah sesuai standar. Ini membuat siswa antusias, meskipun edukasi terkait makan sayur dan minum susu tanpa gula perlu ditingkatkan lagi," ujar Helmi, saat meninjau Pembiasaan MBG di SDN Pinang 2, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jum'at (22/11).
Baca Lainnya :
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
Helmiati, juga menyoroti temuan siswa yang tidak terbiasa makan nasi. Menurutnya, hal ini memerlukan perhatian khusus dari guru dan orang tua untuk memahami latar belakangnya.
"Bisa jadi ada pengalaman masa kecil yang membuat anak trauma dengan nasi. Koordinasi antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan," tutupnya.
Begitu halnya dengan Kepala Sekolah SDN Pinang 2, Neneng Hawaliyah, yang juga menyambut positif program ini.
"Program MBG tidak hanya meningkatkan kebersamaan antar siswa, tetapi juga mengurangi beban orang tua. Anak-anak sangat antusias, bahkan bertanya kapan program ini dilaksanakan lagi," katanya.
Namun, ia mengakui, ada siswa yang tetap sulit makan nasi meskipun sudah dilakukan pendekatan.
"Kami tidak memaksakan, tetapi memberikan alternatif seperti sayur dan lauk-pauk untuk memastikan gizi tetap tercukupi," jelasnya.
Neneng, optimis MBG bisa terus berlangsung secara berkelanjutan. "Kami siap mendukung agar program ini menjadi rutinitas yang bermanfaat bagi semua siswa," pungkas Neneng. ** (Jhn)
















