Breaking News
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- H. Nurul Anwar Ajak Pengurus BKMT Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi
- H. Taupik Nugraha, BKMT Berperan Besar Membina Umat dan Memperkuat Persatuan
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Pemkab Barito Utara Harapkan BKMT Jadi Mitra Strategis Membangun Masyarakat Religius
Pedagang Minta Pemkot Segera Ambil Alih Pasar Lama

MEGAPOLITANPOSCOM,Kota Tangerang - Pedagang Pasar Lama, meminta Pemkot Tangerang segera melakukan penataan untuk menghindari pungli. Karena, untuk menyewa lapak di Pasar Lama oknum pungli mematok tarif Rp 5 juta, dan itu membuat pedagang atau penyewa keberatan. Tidak hanya tarif sewa, oknum pungli pun juga menarik tarif uang yang lain. Seperti yang kebersihan, uang keamanan dan juga listrik. Jika dikelola oleh Pemkot, kemungkinan tidak ada tarif yang membuat berat para pedagang. Munawar salah satu pedagang Pasar Lama mengatakan, pada saat ingin berjualan di Pasar Lama, dirinya di tawarkan tarif sewa lapak sebesar Rp 5 juta. Tetapi, sewa tersebut belum dengan tarif lainnya. Harusnya, dengan tarif seperti itu sudah termasuk yang lainnya. "Saya sewa lapak di Pasar Lama Rp 5 juta, dan itu ada bukti kwitansi dan juga perjanjian diatas matrai. Sebenarnya berat, karena belum lagi ada tarif yang lain. Harusnya, dengan tarif sewa seperti itu tarif lain jangan dibebankan,"ujarnya kepada wartawan di kawasan Pasar Lama, Minggu (22/1/2022). Munawar menambahkan, sebelumnya Pemkot Tangerang pernah mengumpulkan para pedagang Pasar Lama untuk sosialisasi pengelolaan. Dan itu, sangat membantu para pedagang karena tidak membebankan. "Kita tinggal tunggu diambil Pemkot, karena ketika diambil alih Pemkot tidak ada tarif lain. Bahkan, rencananya akan ditata agar tidak semerawut. Kalau dilihat, sebelah sisi kiri jalan dari pintu masuk ada pedagang yang berjualan dan itu membuat nyaman,"paparnya. Tidak hanya Manuwar, Aprilia pedagang minuman juga mengeluhkan adanya pungli, pasalnya ada oknum yang menarik tarif uang keamanan, kebersihan dan listrik sebesar Rp 90 ribu perminggu. "Tarif segitu bagi saya sangat besar, karena di awal sudah sangat besar. Harusnya, tarifnya di perkecil agar kita tidak keberatan,"ungkapnya. Sementara itu, Yuli calon penyewa lapak di Pasar Lama merasa kaget dengan tarif yang sangat besar untuk sewa lapak. Pasalnya, saat ingin menyewa lapak untuk berjualan kopi dirinya ditawarkan tarif Rp 7 juta dan belum tarif lainnya. "Kalau tarif segitu saya tidak mau, mahal sekali. Kita bayar Rp 7 juta, belum tarif lainnya dan itu berat sekali kalau kita berjualan. Harusnya, jangan tarif besar karena Pasar Lama ini tempat wisata kuliner,"tutupnya. (forwat)








.jpg)








