Breaking News
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
- Ketua Komisi III DPRD Barut Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2026
- Politisi Gerinda Anggota DPRD Barut Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118
- Ketua Komisi III DPRD Barut Hadiri Peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Kalteng
Pedagang Minta Pemkot Segera Ambil Alih Pasar Lama

MEGAPOLITANPOSCOM,Kota Tangerang - Pedagang Pasar Lama, meminta Pemkot Tangerang segera melakukan penataan untuk menghindari pungli. Karena, untuk menyewa lapak di Pasar Lama oknum pungli mematok tarif Rp 5 juta, dan itu membuat pedagang atau penyewa keberatan. Tidak hanya tarif sewa, oknum pungli pun juga menarik tarif uang yang lain. Seperti yang kebersihan, uang keamanan dan juga listrik. Jika dikelola oleh Pemkot, kemungkinan tidak ada tarif yang membuat berat para pedagang. Munawar salah satu pedagang Pasar Lama mengatakan, pada saat ingin berjualan di Pasar Lama, dirinya di tawarkan tarif sewa lapak sebesar Rp 5 juta. Tetapi, sewa tersebut belum dengan tarif lainnya. Harusnya, dengan tarif seperti itu sudah termasuk yang lainnya. "Saya sewa lapak di Pasar Lama Rp 5 juta, dan itu ada bukti kwitansi dan juga perjanjian diatas matrai. Sebenarnya berat, karena belum lagi ada tarif yang lain. Harusnya, dengan tarif sewa seperti itu tarif lain jangan dibebankan,"ujarnya kepada wartawan di kawasan Pasar Lama, Minggu (22/1/2022). Munawar menambahkan, sebelumnya Pemkot Tangerang pernah mengumpulkan para pedagang Pasar Lama untuk sosialisasi pengelolaan. Dan itu, sangat membantu para pedagang karena tidak membebankan. "Kita tinggal tunggu diambil Pemkot, karena ketika diambil alih Pemkot tidak ada tarif lain. Bahkan, rencananya akan ditata agar tidak semerawut. Kalau dilihat, sebelah sisi kiri jalan dari pintu masuk ada pedagang yang berjualan dan itu membuat nyaman,"paparnya. Tidak hanya Manuwar, Aprilia pedagang minuman juga mengeluhkan adanya pungli, pasalnya ada oknum yang menarik tarif uang keamanan, kebersihan dan listrik sebesar Rp 90 ribu perminggu. "Tarif segitu bagi saya sangat besar, karena di awal sudah sangat besar. Harusnya, tarifnya di perkecil agar kita tidak keberatan,"ungkapnya. Sementara itu, Yuli calon penyewa lapak di Pasar Lama merasa kaget dengan tarif yang sangat besar untuk sewa lapak. Pasalnya, saat ingin menyewa lapak untuk berjualan kopi dirinya ditawarkan tarif Rp 7 juta dan belum tarif lainnya. "Kalau tarif segitu saya tidak mau, mahal sekali. Kita bayar Rp 7 juta, belum tarif lainnya dan itu berat sekali kalau kita berjualan. Harusnya, jangan tarif besar karena Pasar Lama ini tempat wisata kuliner,"tutupnya. (forwat)
















