Breaking News
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
Pansus DPRD Bersama Greenfields Bahas CSR dan Dampak Lingkungan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Panitia Khusus (Pansus) Greenfields DPRD Kabupaten Blitar, kembali menggelar rapat kerja yang melibatkan kepala desa dan perwakilan masyarakat terdampak pencemaran limbah dari peternakan farm PT Greenfields Indonesia, rapat kerja pada Selasa (22/02/22), dipimpin Endar Suparno selaku ketua Pansus Greenfields.Rapat kali ini juga menghadirkan Camat Wlingi, Kapolsek dan Danramil. Muharram Sulistiono, anggota pansus usai rapat kepada wartawan mengemukakan, hendaknya investor bisa memberikan manfaat kepada disekitarnya, jangan justru memberi masalah dengan adanya limbah. “Yang seharusnya Greenfields memberikan kontribusi kepada masyarakat yang terdampak limbah itu,” ungkapnya Mengapa Legislatif sampai membentuk pansus, sambung Sulistiyono, itu karena desakan masyarakat seperti warga Tegalsari, Balerejo, Ngadirenggo. Namun, semuanya sudah disampaikan oleh perwakilan kepala desa, tidak ada warga masyarakat yang ikut action dengan permasalah Greenfields. “Tujuan kami membentuk pansus Greenfields ini untuk kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai ada investor masuk membawa permasalahan baru di masyarakat, tapi memberikan manfaat kepada warga sekitar. Contohnya, di desa Balerejo setiap bulan warga menerima CSR,” imbuhnya. Dilain pihak Rizki Renandya Kepala Desa Ngadirenggo menyampaikan, hampir satu tahun ini pihaknya berkerja sama dengan CSR, dan kegiatan sosial lainnya. Kerjasama itu berbentuk Susu Greenfield untuk siswa SD dan PMT untuk stanting mendapat 30-35 paket setiap bulannya. Sedanghkan, tahun ini hanya 2-3 bulan sekali, dan membantu perbaikan infrastruktur. “Namun, kami sepakat untuk tidak melupakan persoalan tentang pencemaran limbah ini yang mengalir di sungai genjong,” tukasnya. (za/mp)


.jpg)














