- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
PA 98 : Prabowo Harus Waspada Manuver Pembantunya.
Buntut Langkanya Gas 3 Kg

Keterangan Gambar : Ivan Panusunan, Juru Bicara PA 98
Megapolitanpos.com. JAKARTA. Beberapa hari belakangan ini, seluruh rakyat Indonesia dikejutkan oleh suatu kebijakan dari salah satu menteri pemerintahan Prabowo yaitu, pelarangan penjualan gas 3kg oleh pengecer atau warung-warung yang ada di masyarakat sekitar.
Kebijakan prematur dan sepihak ini kemudian menghasilkan sebuah algoritma kerumitan di masyarakat, karena masyarakat harus bersusah payah mencari gas 3kg untuk kebutuhan memasak di dapur.
Demikian diungkapkan Ivan Panusunan, juru bicara Presidium Perhimpunan Aktivis 98 (PA 98) dalam siaran persnya hari ini (5/2) di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- Di Hadapan HIPMI, Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi
- Prabowo: Obat Generik Murah dan Modernisasi Rumah Sakit Jadi Prioritas Pemerintah
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Menteri Maman: UMKM Terdampak Bencana Akan Terima Bantuan Modal Rp3 Juta
Ivan dalam siaran persnya menyikapi kelangkaan gas 3 Kg mengingatkan agar pemerintah bijak dalam mengambil keputusan. Menurut Ivan kebijakan melarang penjualan gas 3 Kg di warung-warung adalah keputusan yang gegabah dan tidak menjelaskan kesusahan rakyat.
“Bisa dibayangkan jika di rumah hanya tinggal ibu atau istri seorang diri, dan seluruh anggota keluarga semuanya sedang keluar rumah. Bisa dipastikan tidak ada yang bisa berusaha mendapatkan gas 3 Kg” jelas Ivan.
Apalagi menurut Ivan tidak semua rumah tangga atau orang memiliki kendaraan untuk mencari gas 3kg yang habis di dapur.
Ivan juga menduga adanya manuver yang dilakukan pembantu Presiden Prabowo dalam menerapkan keputusan pelarangan warung-warung yang menjual gas 3 Kg.
"Menteri yang dimaksud adalah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang merupakan ketua umum partai salah satu pendukung pasangan Prabowo-Gibran pada pilpres 2024 kemarin." sebut saja Ivan Gamblang.
Masih menurut Ivan, Bahlil Lahadalia sudah melakukan tindakan yang membahayakan negara, karena membuat keresahan secara nasional.
Gas 3 Kg yang merupakan kompenan utama memasak malah dibuat mainan oleh Bahlil Lahadalia dengan membuat kebijakan tanpa membuat mitigasi secara sosial dan politiknya terlebih dahulu, apalagi terakhir kita tahu bahwa Bahlil Lahadalia ternyata membuat kebijakan tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan presiden.
Hal itu dikatakan Sufmi Dasco Ahmad yang merupakan politisi partai Gerindra dan wakil ketua DPR-RI bahwa kebijakan pelarangan penjualan gas 3kg bukan perintah dari presiden Prabowo langsung. ungkap Ivan
Ivan mengingatkan Prabowo agar memberikan pernyataan tegas terhadap pembantunya, ketika terjadi tindakan yang membahayakan pemerintahan dan negara, hal itu seharusnya menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo dalam menjaga kestabilan politik dan ekonomi di tingkat masyarakat.
"Buat saya tindakan Bahlil membuat kebijakan pelarangan penjualan gas 3 Kg oleh pengecer jelas membahayakan keberlangsungan pemerintah dan negara" jelas Ivan.
Langkah-langkah populis Prabowo seperti rencana penghentian izin ekspor LNG ke luar negeri, bisa dianggap hanya omong kosong belaka oleh publik. Sehingga bisa menurunkan kepercayaan masyarakat pada Prabowo.
“Bisa dibayangkan, jika dengan keresahan yang dialami rakyat berujung kekacauan, tentu hal ini berdampak pada posisi Prabowo Subianto sebagai presiden.” tegas Ivan.
Publik bisa saja berspekulasi kalau keputusan Bahlil adalah demi kepentingan politik Gibran ke depan, mengingat kedekatan Bahlil Lahadalia dengan mantan presiden Joko Widodo yang telah menempatkan putra sebagai wakil presiden Prabowo, lanjut Ivan.
"Dengan kata lain, bisa saja publik menyimpulkan bahwa Pemerintahan Prabowo tidak solid, karena menterinya bisa sesuka hati bermanuver politik. Dan itu merugikan Prabowo sebagai presiden" tutup Ivan mengakhiri siaran persnya.




.jpg)












