- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
Niken Bacaleg Gerindra Motivasi Gender di Kabupaten Blitar Terjun ke Dunia Politik untuk Kesetaraan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Perhelatan pesta demokrasi semakin panas, dimana para kandidat partai politik bermanuver menarik simpati masyarakat, seperti halnya Gerindra partai besutan Prabowo Subianto, diajang kontestasi Pemilu 2024 Gerindra menang dan Prabowo Presiden.
Kiprah Partai Gerindra saat ini nampaknya lebih memksimalkan jumlah angka keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan publik, khususnya dalam kegiatan politik yang sebelumnya tergolong minim, Hal ini seperti diungkapkan Niken Nurma Yunita satu diantara Bacaleg perempuan yang berangkat dari Dapil III meliputi Kecamatan Udanawu, Wonodadi dan Kecamatan Ponggok.
Dalam kesempatan ini, Niken Nurma Yunita Bacaleg Dapil III partai Gerindra, lebih jauh juga sangat memotofasi kepada kaum perempuan kususnya di Blitar Raya mampu bersaing dan bepartisipasi, perempuan harus tampil juga sebagai Sri Kandi dikancah politik.
Baca Lainnya :
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
Niken juga menekankan Peran perempuan di parlemen sangat diharapkan memberikan warna demokrasi dalam parlemen di semua tingkatan daerah, Provinsi dan Pusat dalam mendukung kemajuan bangsa, khususnya kemajuan Kabupaten Blitar. Jika porsi keterwakilan perempuan masih di bawah standar, akan sulit bagi perempuan untuk bisa memberikan dampak besar di lembaga legislatif.
“Kalau dilihat, tingkat partisipasi perempuan di parlemen, misalnya di DPRD Kabupaten Blitar sendiri memang tergolong minim,” ujarnya.
Niken yang juga sebagai alumni GMNI ini, juga menyebutkan sebagai politisi dari Partai Gerindra, kaum perempuan sangat butuh dorongan dan motivasi, sehingga dengan keberangkatan dirinya terjun sebagai Bacaleg, Dia ingin mendorong perempuan di Kabupaten Blitar untuk terus mengaktualisasi diri dalam berbagai kegiatan, khususnya kegiatan publik, isu gender dan kesetaraannya masih menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan publik secara umum.
Terlebih peran perempuan dalam dunia politik, yang diharapkan mampu memberikan pandangan dan perubahan besar dalam mendorong kemajuan sebuah daerah.
“Perempuan tidak boleh apatis dalam melihat dunia politik. Itu harus dilatih sejak dini, berkaitan dengan keterlibatan perempuan di bidang politik,” tegasnya.
Menurut mbak Niken, Perempuan Indonesia Raya (PIRA) sebagai sayap partai Gerindra memiliki peran penting untuk mendorong dan mempersiapkan perempuan sebagai sumber daya manusia potensial untuk bersaing dalam kontestasi politik.
Contohnya adalah para perempuan yang ditempa di Koalisi Perempuan Indonesia, Muslimat NU (organisasi perempuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama) atau ‘Aisyiyah (organisasi otonom bagi perempuan di Muhammadiyah).
Keterlibatan perempuan dalam dunia politik ia yakini dapat memberikan perubahan besar. Terutama dalam memperjuangan kebijakan yang ramah perempuan, dan mendukung tujuan kesetaraan gender.
Keberadaan perempuan dalam parlemen sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22/2007 tentang Penyelanggara Pemilu. Di mana dalam aturan tersebut disebutkan agar komposisi penyelenggara Pemilu wajib memperhatikan keterwakilan perempuan dengan angka minimal 30 persen.
Sementara hingga saat ini, jumlah perempuan dalam DPRD Kabupaten Blitarberdasarkan Pemilu 2019 lalu, tak sampai banyak. Bahkan persentase perempuan di kursi legislatif Kabupaten Blitar hanya berkisar di angka kurang dari 30 persen.
“Karena itu, kami terus mendorong agar perempuan di Kabupaten Blitar bisa terjun ke dunia politik. Supaya kebijakan-kebijakan yang dibuat, bisa mendukung peranan perempuan ke depannya,” pungkasnya. (za/mp)














