- Syukuran HUT ke-81 TNI di Makogabwilhan II: Kaskogabwilhan II Potong Tumpeng dan Tekankan Pentingnya Syukur serta Soliditasm
- HUT ke-81 TNI, Kogabwilhan II Komitmen Perkuat Profesionalisme Demi Kawal Kedaulatan Negara.
- Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas
- Dandim 0808/Blitar Pimpin Apel HUT Ke 81 TNI, Tegaskan Komitmen Kawal Kedaulatan Bersama Rakyat.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
- Cari Sensasi Berujung Bui, 3 Pemuda Majalengka Ditahan Polisi
- Peringati HUT TNI Ke-81, Danrem Olahraga Bersama 2000 Masyarakat.
- Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT
Naas Nasib Siswa MTs Bacem Ponggk Blitar Tewas diduga Akibat Dilempar Kayu Berpaku oleh Oknum Ustad

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Kembali kejadian di lembaga pendidikan dibawah naungan Kemenag menambah deretan panjang insiden terhadap siswa, kali ini dilakukan seorang ustadz diduga melempar siswanya dengan bilah kayu berpaku hingga tewas.
Peristiwanya terjadi di MTS Plus Al Mahmud yang terletak di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok sekitar Minggu lalu, yang pelakunya berinisial (U) warga Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar sebagai tenaga pengajar sekaligus kerabat pemilik yayasan MTS Plus Al Mahmud.
Menurut salah satu tenaga pengajar di sana, U diduga melempar korban dengan bilah kayu berpaku, karena korban kedapatan masih nongkrong dengan teman-temannya saat memasuki waktu Sholat Dhuha, korban inisial (K) berumur 14 tahun, warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok.
Baca Lainnya :
- Syukuran HUT ke-81 TNI di Makogabwilhan II: Kaskogabwilhan II Potong Tumpeng dan Tekankan Pentingnya Syukur serta Soliditasm
- HUT ke-81 TNI, Kogabwilhan II Komitmen Perkuat Profesionalisme Demi Kawal Kedaulatan Negara.
- Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas
- Dandim 0808/Blitar Pimpin Apel HUT Ke 81 TNI, Tegaskan Komitmen Kawal Kedaulatan Bersama Rakyat.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
"Masuk waktu dhuha tapi anak-anak masih main badminton. Mungkin emosi atau apa. Katanya bermaksud melempar ke tanah, agar bubar. Ternyata malah kena kepala siswa," jelas tenaga pengajar yang tak bersedia disebutkan namanya ini.
Akibatnya, paku pada bilah kayu tersebut mengenai dan menancap di bagian belakang kepala korban, hingga tak sadarkan diri seketika.
"Dilempar lalu menancap ke bagian sini (kepala belakang). Seketika langsung gak sadar anaknya," imbuhnya mencontohkan.
Korban lalu dibawa ke RSUD Srengat untuk diberikan penanganan pertama. Sayangnya, menurut pihak yang mengantar, pelayanan RSUD Srengat sangat lamban. Akhirnya, korban pun dirujuk ke RSUD Kabupaten Kediri.
"Maksud saya, ini kan masalah nyawa. Korban dibawa ke RSUD Srengat sekitar jam 07.00 WIB. Namun baru ditangani jam 14.00 WIB," ujarnya.
Media ini berusaha mengkonfirmasi ke pihak kepolisian setempat. Kapolsek Ponggok AKP Sujarwo saat dikonfirmasi menyebutkan, kasus ini sedang dalam penanganan Polres Blitar Kota.
"Kasus sudah dilimpahkan ke Polres. Karena ini menyangkut anak dibawah umur," jelasnya.
Tragedi ini merupakan kesekian kalinya kasus kematian siswa di area sekolah, dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Seakan tak belajar dari kesalahan, Kemenag Kabupaten Blitar seolah membiarkan kasus demi kasus terus berulang.
Ini tentu memperparah cacatan buruk dunia pendidikan dibawah naungan Kemenag Kabupaten, Dibayang-bayangi perilaku pembullyan dan kekerasan, membuat lingkungan sekolah terasa tidak aman. (za/mp)

.jpg)

.jpg)

.jpg)









