- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
Minggu Terakhir Masa Kampanye di Kediri Diwarnai Perusakan Baliho Calon Aleg

Keterangan Gambar : Baliho milik putra Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar itu menjadi sasaran vandalisme.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kediri - Minggu Terakhir masa kampanye Pemilu serentak 14 Pebruari 2024 diwarnai adanya perusakan baliho calon Anggota Legislatif (Aleg) terjadi di Kediri, Jawa Timur. Seperti halnya yang menimpa Muhammad Faried Muttaqin Iskandar, Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Baliho milik putra Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar itu menjadi sasaran vandalisme. Wajah Gus Farid di sejumlah baliho disemprot cat warna oleh orang yang tak bertanggung jawab. Selasa, (6/2/2024).
"Ada vandalisme yang terstruktur. Mungkin ada yang ketakutan," ujar Gus Faried kepada media.
Baca Lainnya :
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
Caleg nomor 1 daerah pemilihan kota dan Kabupaten Kediri ini menambahkan, berdasarkan laporan timnya, aksi vandalisme terhadap balihonya terjadi hampir di seluruh wilayah Kediri. Seperti Kecamatan Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, Tarokan, Kandat dan Ngasem.

"Laporan dari tim hampir di banyak titik. Gambare Guse kok dipiloki. Jalan Raya Kandat, Sambi. Kemudian Katang. Masya Allah yang iri kaleh njenengan kok katah gus. Padahal kita bermain bersih. Tidak pernah ganggu yang lain," imbuh putra pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kota Kediri ini meniru laporan dari timnya.
Terkait perusakan alat peraga kampanye (APK) milik Gus Faried, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kediri Yudi Agung Nugroho mengaku, belum menerima laporan. Tetapi pihaknya akan melakukan pengecekan ke Panwascam.
"Sejauh ini baru ada satu laporan perusakan APK milik Partai Amanat Nasional (PAN). Tetapi yang melakukan pengaduan melalui pesan WhatsApp ada dua. Tapi bukan Gus Faried," ujar Yudi Agung Nugroho.
Masih kata Yudi, pihaknya mempersilahkan siapa saja untuk melapor apabila menjadi korban perusakan APK. Tetapi, kata Yudi, pelapor harus memenuhi syarat formal, terutama tentang pihak terlapor.
Senada disampaikan olKetua Bawaslu Kabupaten Kediri Saifudin Zuhri. Pihaknya mengaku, belum ada laporan resmi perusakan APK caleg. **(Hamzah Abdillah tim)


.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)







