- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
Minggu Palma, Umat Katolik Mengenang Yesus Memasuki Yerusalem

Keterangan Gambar : Raras kiri depan(Poto In).
Megapolitanpos.com, Jakarta - Minggu Palma atau yang biasa disebut minggu Palem, merupakan pembuka Pekan Suci bagi umat Katolik. Dalam perayaan Minggu Palma, umat Katolik mengenang Yesus ketika memasuki Kota Yerusalem yang disambut dengan nyanyian dan lambaian daun palma.
Sebab itu Minggu Palma identik dengan daun palma. Di dalam liturgi Minggu Palma, ruang gereja dihiasi dengan ornamen palma. Begitu pula umat yang menggenggam sehelai daun palma.
Dalam rangka perayaan Minggu Palma, Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) membuat dekorasi gereja dengan memadukan daun palma dan anyaman janur. IPBI menggandeng desainer flora dan perangkai janur dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.
Baca Lainnya :
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
"Mereka bergerak bersama menghias altar dan ambo di 14 gereja, baik gereja Katolik maupun gereja Kristen, yang tersebar di wilayah Jakarta dan Tangerang," ungkap Ketua Ikatan Perangkai Bunga Indonesia, Lucia Raras Purwaningrum, Jumat (31/3/2023)
Rangkaian acara dimulai pada tanggal 30 Maret 2023, bertempat di showroom Abbasource X Taiping Indonesia, Menteng, Jakarta. Lebih dari seratus perangkai bunga, perangkai bunga gereja, dan 25 pengrajin janur mulai merangkai janur dan palma nonstop hingga 31 Maret 2023. Pada tanggal 1 April, rangkaian mulai dikirim ke 14 gereja.
“Acara ini merupakan bakti IPBI kepada gereja dan tidak dipungut biaya. Tujuan kami mengangkat budaya bangsa Indonesia sebagai bentuk toleransi umat beragama. Meski acaranya memperingati Minggu Palma, namun para perangkai berasal dari lintas agama,” kata Lucia Raras Purwaningrum.
Pada saat merangkai bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Pada saat berbuka, mereka bersama-sama menikmati buka puasa di showroom.
Raras menambahkan, acara ini terselenggara atas bantuan dan donasi banyak pihak. Raras atas nama IPBI mengucapkan terima kasih kepada pihak semua pihak mulai dari gereja, tokoh agama, perusahaan, mitra, dan seluruh anggota IPBI yang memberikan dukungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kardinal Ignatius Suharyo yang memberi kesempatan kami untuk mendekorasi gereja di Keuskupan Agung Jakarta. Juga Romo Thomas Ulun Ismaya, wakil sekretaris Keuskupan Agung Jakarta, yang membuka tangan membantu kelancaran acara ini, dan Abbasource yang menyediakan tempat untuk merangkai,” kata Raras.
Keindahan dekorasi janur bisa dinikmati di 14 gereja pada tanggal 1 April 2023, yaitu St. Maria Regina, St. Barnabas, Gereja Kristen Citra 1, Kapel Kedutaan Besar Vatikan, Maria Bunda Karmel, Regina Celi, St. Yakobus, St. Lukas, St. Maria Immaculata, St. Thomas Rasul, St. Gabriel, Wisma Samadi, Gereja Katedral, dan Gereja Stefanus Cilandak, Jakarta Selatan.
Palma dan Ragam Jenisnya
Perangkai juga memanfaatkan tanaman palma lain seperti palem kuning, palem kipas, dan palem waregu. Palma merujuk pada tanaman anggota keluarga Arecaceae. Ada begitu banyak tanaman palma yang tersebar di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Timur Tengah tanaman palma merujuk pada genus Phoenix, khususnya kurma Phoenix dactylifera. Adapun bumi Nusantara yang subur membuat aneka jenis tanaman palma tumbuh sentosa. Yang paling fenomenal dan layak dibanggakan adalah kelapa Cocos nucifera. Iklim tropis yang hangat membuat populasi tanaman kelapa di tanah air melimpah.
Masyarakat Indonesia sudah turun temurun memanfaatkan tanaman kelapa, terutama daunnya untuk berbagai kegiatan. Daun kelapa alias janur sangat lekat dengan budaya bangsa Indonesia. Janur menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua.
Utamanya untuk pelengkap upacara adat dan keagamaan. Janur telah menjelma sebagai simbol perdamaian dan keberagaman di tanah air.(AS/Red/MP).


.jpg)
.jpg)













