- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
.jpg)
Keterangan Gambar : Kementerian Kesehatan.( Dok pribadi).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 1.527 kasus positif influenza di Indonesia sepanjang 2026 berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen melalui kegiatan surveilans. Kasus terbanyak ditemukan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan virus influenza yang paling banyak ditemukan adalah H1N1pdm09, disusul H3N2 dan influenza tipe B.
"Positif influenza kita di tahun 2026 sebanyak 1.527. Yang paling banyak adalah H1N1pdm09, kemudian H3N2, dan kemudian tipe B," ujar Andi dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Baca Lainnya :
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menjadi provinsi dengan proporsi kasus positif influenza tertinggi di Indonesia.
Andi menjelaskan, data tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenkes dalam memantau perkembangan virus influenza di Tanah Air. Surveilans dilakukan untuk mengetahui jenis virus yang beredar sekaligus memantau tingkat keparahan penyakit.
Melalui pemantauan tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan influenza dan mengidentifikasi potensi risiko kesehatan masyarakat.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penularan influenza, khususnya kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Kelompok rentan tersebut meliputi balita, ibu hamil, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit penyerta dan kondisi imunokompromais atau daya tahan tubuh yang lemah.
Kewaspadaan terhadap influenza dinilai penting, terutama bagi kelompok rentan yang berisiko mengalami komplikasi apabila terinfeksi.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesadaran terhadap potensi penularan influenza, sementara pemerintah terus melakukan pemantauan melalui kegiatan surveilans.(AS/MP).








1.jpg)
.jpg)





