- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
- Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat EDRR 2026, Teknologi AI Jadi Andalan
- Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
- Pidato Kenegaraan Presiden Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pemkab Barito Utara dengan Pemerintah Pusat
- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
Meriah Malam Tasyakuran Bersih Desa Selorejo Gelar Wayang Kulit Lakon Wahyu Kamulyan Jati ini Maknanya

MEGAPOLITANPOS.COM, Jawa Timur - Mangayubagya memetri bumi pertiwi agar dijauhkan dari balak, adat leluhur tak akan pernah luntur, tekat kuat diprakarsai sosok figur pemimpin desa, seperti halnya di Desa Selorejo Kecamatan Selorejo.
Seluruh rangkaian memetri bumi dilakukan sejak tanggal 10 hingga acara puncak pada Sabtu malam Minggu (13/07/24) menyajikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Hadir pada acara malam itu selain dari Muspika Kecamatan Selorejo, tokoh agama, tokoh masyarakat, nampak hadir secara langsung Erma Susanti anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk diawali dengan penyerahan tokoh wayang Yudistira Ratu Amarta dari Suwadi Kepala Desa Selorejo kepada dalang Ki Sigit Arianto.
"Alhamdulilah semua rangkaian kegiatan metri bumi bersih desa berjalan lancar, kegiatan kirim doa pepunden, santapan rohani, hiburan kesenian langen beksan semua berjalan lancar," ungkap Suwadi.
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama dalang Ki dalang Sigit Arianto yang dimeriahkan oleh bintang tamu Andik TB cs dan Purborini sangat memukau ratusan penonton yang menikmati acara di sasana Agung Pendopo Desa Selorejo, pagelaran wayang kulit malam itu dengan mengambil lakon "Wahyu Kamulyan Jati."

"Lakon Wahyu Kamulyan jati itu sendiri memberikan gambaran bagaimana layaknya seorang pemimpin menurut pitutur Jawa.
“Para pemimpin itu jangan hanya mengumbar emosi dan nafsu pribadi. Para pemimpin yang ada tersebut hanya mengumbar kepentingan kelompoknya, tidak memperhatikan kepentingan rakyat itu bukan kebudayaan kita,” tutur Suwadi.
Suwadi berharap melalui bersih desa, selain ngalab berkah kemakmuran warga desa Selorejo semakin meningkat, juga mengajarkan kecintaan keragaman hayati, adat istiadat leluhur tetap lestari.
"Semoga dimasa - masa mendatang keberadaan masyarakat desa Selorejo lebih maju disemua sektor usaha, pemerataan pembangunan segera terlaksana, kami sampaikan terimakasih partisipasi dan dukungan masyarakat sehingga awal hingga ahir kegiatan berjalan lancar sukses," pungkasya.** (za/mp)














