- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
Menteri Maman Sebut UMKM Selalu Jadi Tulang Punggung Ekonomi dalam Berbagai Situasi

Keterangan Gambar : acara Forum Bisnis HIPMI Jember 2025 di Aula Bank Jatim, Jember, Sabtu (5/7).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jember – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan UMKM selalu menjadi tulang punggung perekonomian negara dalam situasi apapun.
“Saya berharap UMKM tidak hanya dijadikan tulang punggung saat negara dalam keadaan darurat seperti ketika COVID-19, tapi saat kondisi negara sedang baik UMKM harus menjelma sebagai backbone ekonomi negara,” ujar Menteri Maman saat menjadi narasumber dalam acara Forum Bisnis HIPMI Jember 2025 di Aula Bank Jatim, Jember, Sabtu (5/7).
Menurut Menteri Maman, salah satu hal yang perlu dilakukan saat ini adalah kolaborasi lintas sektor agar UMKM bisa naik kelas dan mampu memperluas akses pasar.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Pemerintah Tetapkan Pengemudi Ojol Roda Dua sebagai UMKM
- Transformasi Digital UMKM Dipercepat, Kementerian UMKM Integrasikan Layanan Lewat SAPA UMKM
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
"Harus kita akui bahwa birokrasi dan perizinan adalah salah satu kendala yang dihadapi oleh pengusaha UMKM, untuk itu Kementerian UMKM melangsungkan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang berlangsung di 18 provinsi," ujarnya.
Menteri Maman mengatakan, melalui festival tersebut, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan berbagai institusi mencakup BPOM, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Jamsostek, dan lain-lain. Kemudian memberikan layanan dan pendampingan kepada pengusaha UMKM terkait NIB, sertifikasi halal, PIRT, pendaftaran merek dagang, akses pembiayaan, hingga transaksi keuangan.
Selain itu, Menteri Maman melanjutkan, pengusaha UMKM saat ini juga harus bertransformasi dengan aspek digitalisasi.
"Saat ini UMKM perlu menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi. Untuk itu, transformasi digital UMKM harus didorong melalui sinergi kebijakan, pembiayaan inklusif, dan pemanfaatan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan atau AI," katanya.
Menteri Maman berpesan kepada pengusaha UMKM di Jember, agar memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk berbagai keperluan usaha seperti menganalisis perilaku dan tren pasar, meningkatkan layanan pelanggan, dan menentukan strategi pemasaran dan promosi.
"Dengan analitik berbasis AI, pengusaha UMKM dapat mempelajari perilaku dan preferensi pelanggan. Data ini membantu UMKM menciptakan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan membangun loyalitas," ujarnya.
Dalam forum yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, Menteri Maman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendampingi pengusaha UMKM.
"Saya melihat banyak potensi di Jember baik dari sisi pariwisata, ekonomi kreatif, maupun komoditas lokal yang dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat Jember. Salah satu lokasi yang sempat saya kunjungi tadi adalah PT Mitra Tani Dua Tujuh yang berpotensi dikembangkan menjadi holding UMKM lewat komoditas edamame dan okra," ujarnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















