- Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa.
- Tanggapan Maxim Indonesia Mengenai Program Turbo, Komisi Aplikasi, dan Biaya Layanan
- BNI Tawarkan SBR015 lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% dan Cashback hingga Rp15 Juta
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
MenKopUKM: Produk Unggulan Daerah Harus Jadi Bagian Rantai Pasok Industri Regional dan Global

MEGAPOLITANPOS.COM, Indramayu - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menekankan pentingnya setiap daerah mengembangkan produk unggulan hingga mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri regional dan global.
"Jangan sekadar memproduksi untuk konsumsi lokal," kata MenKopUKM Teten Masduki pada pembukaan acara Kirab Kebangsaan dan Bazaar UMKM dalam rangka Haul Habib Umar bin Thoha bin Yahya, di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (8/9).
Untuk itu, Menteri Teten mengajak kepala daerah agar terus membenahi ekosistem usahanya, dari mulai kemudahan akses pembiayaan, standardisasi produk, teknologi modern, hingga akses pasar. "Kita sudah menjadi bagian dari rantai pasok pangan dunia, dan salah satu pusat pangan di Indonesia adalah Indramayu," kata MenKopUKM.
Baca Lainnya :
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Gusmardi Bustami: Dari Order Menjadi Ekspor Nyata, Tantangan UKM Indonesia
- Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
Selain komoditas beras, MenKopUKM juga melihat ada potensi besar lainnya di Indramayu yang bisa dikembangkan. "Ada Mangga Gedong Gincu yang ternyata sangat disukai masyarakat di Jepang," kata Menteri Teten.
Selain itu, ada juga potensi rumput laut yang sangat besar untuk dikembangkan, di samping tambak udang dan ikan. "Rumput laut bisa kita kembangkan menjadi produk unggulan untuk menyuplai industri makanan dan farmasi, termasuk untuk pakan ternak," kata MenKopUKM.
Untuk itu, Menteri Teten mengingatkan agar rumput laut tidak dijual sebagai bahan baku, melainkan harus menjadi produk olahan setengah jadi atau jadi. "Banyak riset menyebutkan bahwa rumput laut baik untuk substitusi tepung terigu, pengganti bahan serat untuk pakaian, hingga pengganti plastik," kata MenKopUKM.
Lebih dari itu, kata MenKopUKM, Indramayu juga merupakan sentra ikan, baik budidaya maupun tangkap. Bahkan, di Indramayu sudah ada pelaku usaha yang memiliki teknologi hidrolisat protein ikan. "Ini potensi yang juga bisa kita kembangkan," ucap Menteri Teten.
Menurut MenKopUKM, strategi besar dalam industrialisasi nasional tidak hanya melibatkan investor asing dan usaha besar saja, melainkan juga koperasi dan UMKM. "Karena, perkembangan dunia saat ini sedang menuju ke arah ekonomi keberlanjutan," kata Menteri Teten.
Perempuan Berdikari
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu Hj Nina Agustina memaparkan program-program unggulan yang sudah digulirkan untuk pengembangan usaha mikro dan kecil di Indramayu. Diantaranya, program Perempuan Berdikari (Peri), yaitu sebuah program yang menyasar perempuan purna-pekerja migran.
"Mereka sudah diberi pelatihan kewirausahaan dan sudah berjalan selama dua tahun lebih," kata Nina.
Tercatat pada periode 2021-2022 ada lebih dari 1.300 orang dari 67 desa di Indramayu yang telah mendapat pelatihan tersebut. "Pada 2023 ini, kami sudah memberikan pelatihan kewirausahaan di 32 desa dengan jumlah peserta mencapai 640 orang," kata Bupati Indramayu.
Di samping itu, kata Nina, Pemkab Indramayu juga telah banyak memberikan kemudahan dalam berusaha, seperti perizinan hingga pelatihan digital marketing. "Tujuannya, untuk memperluas jaringan pemasaran produk UMKM asal Indramayu," ucap Nina.
Tak hanya itu, Pemkab Indramayu juga sudah menjalin kemitraan dengan pusat-pusat perbelanjaan modern dan toko-toko untuk memperkuat pemasaran produk UMKM.
Untuk akses permodalan, Nina juga menyebutkan ada program kredit untuk warung kecil atau Program Krucil. "Kami memberikan kredit untuk usaha kecil dan warung-warung secara berkelompok, tanpa agunan, dan tanpa bunga," kata Bupati Indramayu.
Melalui program Krucil itu, Nina berharap dapat mengurangi beban para pelaku usaha mikro dan kecil di Indramayu. Tercatat, sudah ada 1661 pelaku usaha yang menikmati dengan total kredit mencapai Rp7 miliar.
"Ada kegiatan bazar UMKM yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini, saya meyakini dapat meningkatkan pengembangan usaha dan produknya, agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global," ujar Bupati Indramayu.(Reporter: Achmad Sholeh)




.jpg)




.jpg)





