Breaking News
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
- Ketua Komisi III DPRD Barut Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2026
Menjelang Lebaran Harga Daging Melonjak Pesat

Keterangan Gambar : Cal Crutchlow
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Tak hanya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melonjak naik, harga perdagingan pun ikut melonjak. Kenaikan harga daging ini sudah dari 2 bulan yang lalu. "Pembelian modalnya sekilo 130 ribu, kalau harga jualnya 140 ribu. Tapi untuk daging kerbau lokal sekilonya 130 ribu, impor nya 190 ribu." Ujar Heri selaku penjual daging. Kamis (07/04/22). Banyak tukang daging yang mengeluh karna harga daging naik saat menjelang lebaran. Tak hanya harga daging sapi yang naik, tetapi harga daging kerbau juga melonjak naik karena harga daging kerbau mengikuti harga daging sapi yang sedang naik. Untuk saat ini pemerintah masih mengimpor dari australia. "Kemungkinan lebaran H-2 harga daging semakin naik. Bisa jadi 160 - 180 ribu perkilo." Ucap Ahmad Juhaeni sebagai kepala pasar. Para penjual daging sudah melakukan aksi demo kepada pemerintah agar harga daging menurun. Harga daging bisa melonjak karena memang dari Australia harga daging sudah melonjak naik. Hal tersebut sempat membuat para penjual daging merencanakan aksi mogok selama 5 hari. Harapan dari semua pedagang harga daging bisa turun menjadi harga yang normal seperti tahun kemarin. (Afra Tabitha, Fanisa Aulia, Fiqih Hermawan & Raghil Agustyas)

















