- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- H. Nurul Anwar Ajak Pengurus BKMT Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi
- H. Taupik Nugraha, BKMT Berperan Besar Membina Umat dan Memperkuat Persatuan
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Pemkab Barito Utara Harapkan BKMT Jadi Mitra Strategis Membangun Masyarakat Religius
Menanti Lahirnya Persatuan Gerakan Parlementer Dan Gerakan Ekstra Parlementer Untuk Perubahan 2024

Keterangan Gambar : diskusi bertajuk "Menuju Perubahan 2024, Kepentingan Rakyat Atau Kepentingan Elit Politik" di kantor Rekan Indonesia Jakarta.
Megapolitanpos.com, Jakarta- Dorongan Partai Demokrat untuk segera terwujud Koalisi Perubahan oleh Nasdem dan PKS adalah pembacaan yang strategis terhadap kegelisahan rakyat selama ini.
Partai Demokrat lewat pembacaan strategisnya lebih memilih mendahulukan koalisi 20% sebagai syarat pencalonan bacapres dan bacawapres untuk bisa berkontestasi di pemilu 2024 nanti.
Dan itu adalah langkah kesatria, dimana partai Demokrat lebih mendahulukan syarat yang dibutuhkan rakyat untuk mewujudkan perubahan secara konstitusional yaitu terbentuknya koalisi, ketimbang sibuk meributkan soal bacawapres tapi syarat 20% nya belum terbentuk.
Baca Lainnya :
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
Hal tersebut dinyatakan oleh Agung Nugroho, Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia hari ini, seusai menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk "Menuju Perubahan 2024, Kepentingan Rakyat Atau Kepentingan Elit Politik" di kantor Rekan Indonesia Jakarta.
Menurut pembacaan Agung, apa yang sedang dikejar oleh partai Demokrat saat ini adalah bagaimana Partai Demokrat menjadi lokomotif yang akan mendorong terwujudnya koalisi perubahan bersama Nasdem dan PKS.
"Tentu AHY(Agus Harimurti Bambang Yudhoyono)sudah menganalisa dengan matang, bahwa gerbong panjang yang ditunjukan oleh Nasdem bahwa Anies Baswedan selalu disambut antusias oleh rakyat disetiap acara di daerah-daerah adalah gejala tingginya rakyat menginginkan perubahan" kata Agung.
AHY, melihat bahwa keinginan rakyat yang tinggi akan perubahan tersebut harus segera terwadahi dengan terbentuknya koalisi bersama Nasdem dan PKS untuk memenuhi syarat 20% dalam pemilu 2024 nanti.
Agung melihat jika koalisi ini terbentuk maka akan menjawab bahwa perubahan konstitusional di 2024 adalah keinginan rakyat, karena para elite politik di Demokrat, Nasdem, dan PKS bisa mewadahinya.
"Koalisi yang dibentuk nanti akan menjadi titik temu gerakan parlementer (parpol) pendukung Anies Baswedan dan gerakan ekstra parlementer (relawan) pendukung Anies Baswedan untuk bersama-sama memenangkan Anies Baswedan sebagai presiden di pemilu 2024" ungkap Agung.
Efek dari bertemunya Gerakan Parlementer dan Ekstra Parlementer tadi tentu akan mendongkrak suara di pemilu 2024 bagi parpol pengusung di koalisi.
"Secara ideologis dan psikologis, gerakan ekstra parlementer (relawan) pendukung Anies Baswedan pasti hanya akan memilih diantara ke 3 parpol koalisi tersebut" kata Agung.
Menurut Agung, dengan tersambungnya gerakan parlementer dan ekstra parlementer untuk perubahan konstitusional di pemilu 2024 akan membuat pemilu 2024 yang lebih dinamis.
"Isu keadilan sosial yang diperjuangkan Anies Baswedan akan membuat koalisi perubahan ini menjadi koalisi paling ideologis dan perdebatannya akan fokus pada nilai-nilai perjuangan mewujudkan keadilan sosial ketimbang perdebatan yang tidak produktif seperti kampanye hitam yang menyerang personalitas tokoh dan figur" tutup Agung.(ASL/Red/MP).








.jpg)








