- Kabar Duka Nasional: Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto
- Terkait Tunggakan Pajak Armada Truk, DLHK Berdalih BPKB Terselip di BPKAD
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
Menag Yaqut, Sidang Isbat Tentukan Hari Raya Idul fitri Pada Sabtu Besok

Keterangan Gambar : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Megapolitanpos.com, Jakarta- Sidang isbat penentuan 1 Syawal 1444 H atau penetapan Hari Raya Idulfitri digelar Kamis (20/4/2023). Hasilnya, 1 Syawal 1444 H disepakati pada Sabtu (22/4/2023).
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dipantau secara daring di YouTube Kementerian Agama (Kemenag).
"Sidang isbat, secara mufakat telah menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu, 22 April 2023 Masehi," ujar pria yang disapa Gus Yaqut tersebut.
Baca Lainnya :
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- RSUD Majalengka Borong Penghargaan Nasional, Direktur Terbaik
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
Gus Yaqut mengatakan, posisi ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia pada posisi 0 derajat 45 menit sampai dengan 2 derajat 21,6 menit dengan sudut elongasi 1 derajat 28,2 menit sampai dengan 3 derajat 5,4 menit. Berdasarkan posisi tersebut hilal tidak bisa dilihat.
Hilal tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan empat negara, yaitu Brunai Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Empat negara menyepakati kriteria visibilitas hilal yakni tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Oleh karena itu, berdasarkan hisab, posisi hilal seluruh di Indonesia tidak memenuhi kriteria tersebut," kata dia.
Adapun, penentuan Hari Raya Idulfitri menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung. Tahun ini, informasi tersebut telah dikonfirmasi petugas pemantauan rukyatul hilal di 123 titik di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua.
Jika pada hari ini atau mungkin di hari-hari besok ada perbedaan dalam pelaksanaan Idulfitri. Kami berharap bahwa kita tidak menonjolkan perbedaan tetapi kita mencari titik temu dari persamaan-persamaan yang mungkin kita miliki," katanya.
"Kita harus memberikan toleransi kita harus melihat toleransi kita harus saling menghargai dan saling bertoleransi satu dengan yang lain," demikian kata Menag Yaqut. [ASl/Red/MP).

















