- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
LSM KRPK Desak APH Segera Tuntaskan Tiga Perkara Hukum di Blitar Bila Tak Ingin Jabatan Mereka Dicopot

Keterangan Gambar : Ketua LSM KRPK Moch. Trianto desak APH tuntaskan kasus hukum macet di Blitar.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK) pada Selasa siang (20/12/22) kerahkan ratusan massa mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri dan Polres Blitar. Ketua LSM KRPK Moch. Trianto menyebutkan beberapa tuntutan agar APH segera mengusut tuntas dugaan korupsi. Di antaranya adalah korupsi dana hibah Koni yang melibatkan anggota komisi IV DPRD Kabupaten Blitar (2014-2019), kasus korupsi workshop honorer K2 Dinas Pendidikan tahun 2012 yang telah ditetapkan tersangkanya (diduga proses hukumnya macet), dan yang ketiga pembuat surat KPK palsu yang juga belum ada kejelasan siapa tersangkanya.
"Kita mendesak agar APH ini konsisten menegakkan supremasi hukum. Kasus-kasus hukum agar segera ditangani dengan penuh komitmen dan konsistensi. Termasuk aktor pembuat surat KPK palsu harus segera ditangkap," ujar Trianto.
Kalau kasus perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar langsung bisa diambil alih oleh Polda Jatim, Ketua LSM KRPK Moch. Trianto juga minta agar kasus besar yang terjadi di Blitar ini juga diambil alih penanganannya oleh Polda Jatim bahkan ditangani oleh Mabes Polri.
Baca Lainnya :
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
"Kami mendesak agar 30 hari ke depan ada langkah nyata dari APH Blitar. Kalau tidak ada langkah konkret atau langkah nyata, tidak ada progres ke depan, Kajari tidak konsisten, maka kami akan mengerahkan massa lebih besar untuk menuntut agar Kajari sekarang dicopot dan diganti dengan Kajari yang lebih konsisten," tandasnya.

Selanjutnya Trianto juga menilai bahwa Aparat Penegak Hukum Blitar diduga kurang sungguh-sungguh menangani perkara yang jadi sorotan KRPK. Walau sebenarnya beberapa kasus besar banyak menyeret nama oknum pejabat di jajaran Kepolisian, Kementerian, dan juga menyeret nama kalangan Legislatif dan Yudikatif. Mengenai perkara suap, korupsi, dan kasus pidana lainnya yakni tentang dugaan penyalahgunaan obat terlarang sejenis narkoba.
"Kami setiap bulan selalu mendorong agar Kapolres, Kajari segera mengungkap kasus-kasus itu. Kalau kasus Sambo bisa terkuak, seharusnya Kapolres juga bisa menguak seperti kasus pembuat surat KPK palsu kepada Bupati tahun 2018. Dalam cctv sudah diketahui jejak digitalnya, namun mengapa hingga sekarang belum terungkap. Kami berharap Kapolres segera mengungkap kasus tersebut atau Kapolres dicopot dari jabatannya. Saya yang melaporkan kasus ini pada tahun 2018, tapi justru kami yang dijebloskan ke penjara selama 8 bulan. Siapa yang membuat surat KPK palsu harus dibongkar, harus dibongkar," tukasnya. (za/mp)















