- Kabar Duka Nasional: Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto
- Terkait Tunggakan Pajak Armada Truk, DLHK Berdalih BPKB Terselip di BPKAD
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
LPDB-KUMKM Sinergikan Ekosistem Koperasi dan Petani Tebu dengan BUMN

Megapolitanpos.com, Malang- Dalam rangka mengembangkan ekosistem bisnis komoditi gula dari sektor koperasi dan petani tebu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) tengah menjajaki kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Upaya sinergi ini dilakukan bersama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) atau Sugar Co yang merupakan Sub Holding Komoditi Gula PTPN III (Persero) Holding Perkebunan yang ditugaskan untuk mengelola seluruh pabrik gula milik PTPN Group di seluruh Indonesia.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membahas skema pembiayaan dana bergulir untuk petani tebu melalui koperasi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan komoditi gula.
Baca Lainnya :
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
"Jadi kami tengah membahas bersama PT SGN mengenai ekosistem pembiayaan dari dana bergulir LPDB-KUMKM kepada para petani tebu melalui koperasi, jadi nanti ada kerja sama tiga pihak antara LPDB-KUMKM, PT SGN, dan Koperasi," ujar Supomo dalam keterangannya.
Supomo menambahkan, sebagai Sub Holding Komoditi Gula PTPN III (Persero), nantinya kedepan dalam kerja sama ini PT SGN akan melakukan verifikasi lahan pertanian tebu, manajemen pola tanam, hingga tahap akhir yakni lelang gula.
"Jadi intinya ekosistem pembiayaan awal dari LPDB-KUMKM sampai penjualan hasil gula itu coba kita amankan dalam ekosistem yang sehat," kata Supomo.
Pembiayaan Petani Tebu
Kedepan, lanjut Supomo, pihaknya bersama dengan PT SGN akan segera menerbitkan payung hukum bersama yakni perjanjian kerja sama untuk menjalankan program sinergi ini.
Sebab, dengan adanya perjanjian kerja sama ini, maka akan semakin membantu para petani tebu dan juga koperasi untuk tumbuh dan berkembang, serta terlibat dalam rantai pasok pangan komoditi gula nasional.
"Kami akan segera membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT SGN agar posisi masing-masing jelas dalam program ini. Dan ini kedepan harapannya ketahanan pangan gula tercapai, para petani jelas pembiayaan dari mana, dan semakin punya pendapatan yang lebih tinggi karena mendapatkan pembiayaan yang terjangkau dari LPDB-KUMKM dan bisa menurunkan biaya produksi budidayanya," jelas Supomo.
Pihaknya juga akan mereplikasi program sinergi bersama ini ke berbagai daerah yang memiliki potensi komoditi gula.
"Ini akan kami replikasi ke berbagai daerah, sampai ke Makassar juga sedang proses bersama PTPN 14," pungkas Supomo.(Reporter Achmad Sholeh sumiukm2@gmail.com)


.jpg)













