- Arus Balik Lebaran 2026, Operator dan Awak Transportasi Diimbau Utamakan Keselamatan
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
LPDB Koperasi Percepat Penguatan KDKMP, Cileunyi Wetan Jadi Model Nasional

Keterangan Gambar : LPDB Koperasi berkomitmen memperkuat KDKMP sebagai prioritas Nasional.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung,– Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mempertegas komitmennya dalam mempercepat penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai program prioritas nasional. Langkah ini disampaikan Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, dalam kunjungan kerjanya ke KDKMP Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, yang kini dianggap sebagai model percontohan terbaik secara nasional.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas LPDB Koperasi Nur Ahmad, Anggota Dewas Bobby Achirul Awal Nazief dan Ichita M, Direktur Umum dan Hukum Deva Rachman, Direktur Keuangan Bambang Sadewo, Camat Cileunyi Ucu Endang, Ketua KSP Citra Mandiri Asep, serta Ketua KDKMP Cileunyi Wetan Dedi Nurendi.
Cileunyi Wetan Jadi Role Model Konsep “Kakak Asuh”
Baca Lainnya :
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
Dalam sambutannya, Krisdianto mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi besar dengan menghimpun sekitar 100 koperasi besar nasional sebagai Pembina atau Kakak Asuh bagi KDKMP di seluruh Indonesia. Menurutnya, KDKMP Cileunyi Wetan menunjukkan praktik terbaik yang dapat direplikasi secara nasional.
“Setelah mendengar paparan dari KDKMP Cileunyi Wetan, kami merasa inilah model yang tepat. Di sini sudah berjalan lengkap: ada pendampingan, ada solusi pendanaan, dan ada sinergi antar unsur,” ujar Krisdianto.
KDKMP Cileunyi Wetan yang berdiri sejak 26 Mei 2025 kini telah memiliki berbagai unit usaha seperti gerai sembako, cold storage, apotek, hingga layanan simpan pinjam. Mereka juga telah bekerja sama dengan SPPG Cileunyi dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Didukung Koperasi Mitra LPDB: Citra Mandiri Jadi Penggerak
Ketua KDKMP Cileunyi Wetan, Dedi Nurendi, menegaskan perkembangan koperasinya tidak terlepas dari peran KSP Citra Mandiri, koperasi mitra LPDB, yang memberikan pendampingan dan dukungan modal sebesar Rp2 miliar.
“Saya yakin tantangan akan selalu ada, tapi dengan dukungan ini KDKMP bisa berjalan dan bahkan menjadi percontohan,” kata Dedi.
Kepala Desa Cileunyi Wetan, Hari Haryono, menambahkan bahwa keberhasilan KDKMP Cileunyi Wetan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama terkait akses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Ini baru pertama kali masyarakat merasakan barang subsidi dengan harga murah. Dan semua ini tak lepas dari dukungan KSP Citra Mandiri,” ujarnya.
20.000 KDKMP Ditargetkan Terverifikasi Januari 2026
Melihat keberhasilan ini, LPDB Koperasi berencana mengundang KDKMP Cileunyi Wetan untuk mempresentasikan pengalaman mereka di tingkat nasional sebagai model yang dapat direplikasi.
Krisdianto menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan 20.000 KDKMP dapat diverifikasi secara nasional hingga akhir Januari. Presiden bahkan telah memberikan arahan kepada TNI untuk membantu percepatan verifikasi.
“Ini bukan program biasa. Bahkan oleh pimpinan TNI disebut sebagai operasi militer bukan dalam konteks perang, tetapi untuk menunjukkan tingkat keseriusan dan urgensinya,” tegas Krisdianto.
Ia menambahkan bahwa pendampingan koperasi besar sebagai Kakak Asuh sangat krusial, mengingat sebagian besar pengurus KDKMP merupakan pelaku baru dalam dunia perkoperasian.
“LPDB Koperasi siap menjadi penggerak, fasilitator, sekaligus penjaga ekosistem pembiayaan,” tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















