Breaking News
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
Limbah Pabrik Batik Dikeluhkan Warga Pasir Bolang

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang – Warga desa Pasir Bolang Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang mengeluhkan pembuangan limbah pembuatan batik dari kawasan Baja Mas. Beberapa masyarakat menolak keberadaan pembuangan limbah batik tersebut, karena menurut masyarakat limbah tersebut diduga mengandung zat kimia. Jamal (35) warga pasir Bolang Senin (07/02/2022) kepada wartawan mengatakan, bahwa masyakarat mengeluhkan adanya pembuangan limbah batik di wilayahnya airnya sangat keruh berwana merah yang diduga mengandung Kimia. “Kami selaku warga sekitar, menolak adanya pembuangan limbah dari Pabrik tersebut, pabrik batik tersebut sudah berdiri sekitar 5 tahun, terkait untuk ijin bangunan pabrik tersebut kami tidak tahu, dan Ipalnya pun kami tidak tahu ada apa ga, silahkan tanya langsung saja instansi terkait," katanya. Sementara, salah satu pegawai di salah satu pabrik batik tersebut mengatakan, tidak mengetahui ijin pembuangan limbah batik tersebut, PT nya pun ia tidak mengetahuinya "Saya tidak tahu tentang ijin Ipal limbahnya pak, jangankan Ipal nama PT atau CV pun saya tidak tahu pak. Saya hanya pekerja harian yang di gaji hanya lima puluh ribu rupiah perhari untuk yang baru dan delapan puluh ribu rupiah untuk yang lama, karyawan disini berjumlah sekitar 100 orang" ucapnya.(Tim/MP/Red.)


.jpg)














