- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
KPPOD Nilai 100 Hari Kerja, Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono Sukses Pimpin Jakarta

Keterangan Gambar : Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Megapolitanpos com, Jakarta- Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menilai positif 100 hari kinerja Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Kinerja Heru selama 100 hari ini terlihat ada yang menonjol, terutama dalam hal penanganan banjir di ibu kota.
"Menggerakkan kembali normalisasi sungai, peringatan dini terkait cuaca dan potensi banjir merupakan sebuah respons kebijakan yang patut diapresiasi," kata Direktur Eksekutif KPPOD, Herman N. Suparman, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/1/2023).
Baca Lainnya :
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Panti Putra Utama Kembangkan Urban Farming, Bekali Penghuni Keterampilan Hidup Mandiri
- Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan Tak Dipangkas, Resmikan Gedung Baru Puskesmas Matraman
Dia menjelaskan, kinerja Heru yang harus diapresiasi adalah kemampuannya membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan banjir dan kemacetan, terutama kementerian terkait seperti PUPR, ATR/BPN, BUMN dan Kementerian Perhubungan.
"Akhir tahun ini baru kita bisa melihat secara utuh kinerja Pak Heru. Bagaimana tata kelola perencanaan, penganggaran, kebijakan dan pelayanan publik di DKI Jakarta," ujar Herman.
Hal senada disampaikan pengamat kebijakan publik dari GMT Institute, Agustinus Tetiro. Menurut dia, Heru telah membuat terobosan untuk menjawab sejumlah masalah penting di ibu kota.
"Sudah sejak awal kepemimpinannya, Heru Budi memetakan tiga prioritas yaitu penanganan banjir, perbaikan layanan transportasi dan antisipasi perlambatan ekonomi tahun ini. Heru Budi sedang berada di jalur yang benar," jelasnya.
Gusti menyatakan bahwa Heru telah tampil sebagai pemimpin yang humanis saat menghadapi sejumlah komponen masyarakat dengan beragam kepentingan di Jakarta. Hal ini terbukti dari kembali bersatunya sejumlah kelompok masyarakat lokal, kerukunan antar-umat beragama yang kian prospektif hingga komitmen elemen masyarakat dan kelompok kategorial yang ingin berlomba-lomba berkontribusi secara positif di ibu kota.
Lebih jauh, dia berharap Heru bisa memimpin Jakarta dengan baik setelah 100 hari kerja, terutama memasuki tahun 2023 dan 2024 yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi dan bisnis hingga potensi peningkatan eskalasi politik di Tanah Air menjelang pemilu.
Gusti mengapresiasi sejumlah terobosan Heru seperti membuka kembali pos pengaduan warga, turun langsung ke lokasi alias blusukan, menggalakkan kembali Jumat Menanam, inspeksi mendadak ke kantor pemerintah seperti kelurahan, kecamatan, SKPD dan lainnya.
"Keluwesan Heru Budi dalam membangun komunikasi dengan pusat dan sejumlah pihak menjadi modal kuat bagi Jakarta untuk lebih optimis melihat masa depan dan mempersiapkan diri menjadi kota dunia setelah IKN nanti. Sukses Jakarta untuk Indonesia," tandasnya.
Diketahui, Heru Budi Hartono dilantik pada Senin (17/10/2022) oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk menggantikan Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria yang telah selesai masa tugasnya.(ASl/Red/MP).



.jpg)













