- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
- Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat EDRR 2026, Teknologi AI Jadi Andalan
- Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
- Pidato Kenegaraan Presiden Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pemkab Barito Utara dengan Pemerintah Pusat
- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
Ketua Bhayangkari Sulbar Sebut Peran Ibu Penting Wujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulawesi Barat, Miranti Adang Ginanjar mengajak ibu-ibu atau perempuan Indonesia agar selalu memastikan asupan gizi yang seimbang untuk anak-anak.
Hal itu disampaikan oleh Miranti saat menjadi pembicara dalam dialog nasional bertajuk Program Makanan Bergizi Wujudkan Indonesia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2024) kemarin.
Menurut Miranti, asupan gizi anak adalah langkah awal dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
"Kesehatan dan kecerdasan anak adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa," kata Bhayangkari ini.
Pihaknya juga tak lupa memaparkan langkah-langkah konkrit yang dilakukan Bhayangkari Sulawesi Barat (Mamuju).
"Kami melakukan penyuluhan gizi di desa-desa, pemberian makanan tambahan bagi balita dan anak sekolah serta kolaborasi dengan instansi terkait menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik," paparnya.
Melalui kolaborasi ini, kata dia dapat menciptakan generasi yang unggul di tingkat global dan membawa Indonesia menuju era emas di 2045.
Perempuan penyuka batik ini berharap agar Forum Masyarakat Indonesia Emas ini menjadi wadah dalam menggalang aspirasi masyarakat dalam mencapai visi Indonesia Emas.
"Semoga forum ini dapat menjadi motor penggerak yang efektif dalam mengatasi tantangan pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan," tukasnya.
Dia meyakini dengan kerjasama yang erat maka bangsa ini dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Mari kita bekerja keras dan berkontribusi sesuai dengan peran kita masing-masing," pungkasnya.
Disampaikan, Ketua Bhayangkari ini juga mengalami beratnya medan di wilayah propinsi Sulawesi Barat menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan promosi kesehatan.
"Sulitnya, ketika promosi ke suatu daerah yang pemukiman warganya tinggal diatas pohon," cetusnya.
Disaat bersamaan salah satu peserta dialog, Mustolihin atau Gus Mus-dipanggil menyampaikan apresiasinya terhadap Ketua Bhayangkari Miranti yang langsung ke akar rumput (turun ke warga) menjalankan program peningkatan gizi anak.
"Apalagi rumah-rumahnya yang diatas pohon," kata Gus Mus.
Gus Mus memberikan solusi agar menemui komunitas Liar yang sebagian besar adalah teman-teman di Pegerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
"Insyallah sudah tau, mereka akan membantu kerja ibu! Sebut nama saya Mustolihin," kata Gus Mus yang mempunyai pengalaman 10 tahun lalu saat tinggal dipelosok Sulawesi Barat.
Dia juga mengakui kalau orang tua (bapak) dari Miranti adalah seorang guru yang layak menjadi panutan di saat masih aktif.
"Beliau (Pak Serat) adalah guru yang luar biasa," sanjungnya.
Sebelumnya, dialog nasional ini yang menjadi keynote speaker Hashim Djojohadikusumo dan dihadiri Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dan Assiten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Jeisi Natalia Marampa.(*/Anton)


.jpg)














