- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Kepala BP2MI Berikan Penghargaan kepada Riyanto, Pekerja Migran Indonesia Selamatkan Wanita Korea Selatan yang Jatuh di Laut

Keterangan Gambar : Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan penghargaan kepada Riyanto
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan penghargaan kepada Riyanto, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan (Korsel) yang telah menyelamatkan seorang wanita warga negara Korsel yang terjatuh ke laut Ulsan Korsel.
Penghargaan dari Kepala BP2MI Benny Rhamdani itu diserahkan langsung oleh Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, A. Gatot Hermawan kepada istri Riyanto, Darsih, di Ruang Command Center BP2MI, Jakarta, Jum'at (2/2/2024).
Mewakili Kepala BP2MI, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, A. Gatot Hermawan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas aksi kemanusiaan yang dilakukan secara heroik terhadap warga Korsel tersebut.
Baca Lainnya :
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
“Pemerintah Indonesia sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Saudara Riyanto. Pekerja Migran Indonesia selain sebagai pahlawan devisa juga memiliki semangat membantu sesama dan berjiwa patriotik," ucap Gatot.
Menurut Gatot, aksi penyelamatan yang dilakukan Riyanto itu dapat dikatakan tindakan yang berani. Karena, lanjutnya, Riyanto saat melakukan penyelamatan, suhu di laut Ulsan berdasarkan BMKG Korsel mencapai antara 6,6 derajat Celcius sampai dengan 14,8 derajat Celcius, cukup dingin dan berisiko membahayakan nyawanya.
"Untuk itu pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh BP2MI memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Riyanto," lugas Gatot.
Sementara Riyanto yang hadir secara virtual mengucapkan terima kasih kepada Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan seluruh pihak yang sudah mendukung dalam pemberian penghargaan pejuang kemanusiaan ini. Sebelumnya ia juga telah mendapatkan penghargaan dari Kepolisian Pos Penjaga Pantai Ulsan.
“Saya bekerja ke Korsel sejak tahun 2017. Penghargaan ini saya serahkan untuk keluarga saya, juga seluruh Pekerja Migran Indoesia yang bekerja sebagai pelaut asing. Salam satu jiwa!” semangat Riyanto.
Profesor Si Yong Lim dari Korea Coast Guard Academy juga turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Saudara Riyanto atas tindakan beraninya menyelamatkan seorang warga negara Korsel.
“Saya mengajar International Relations bagi Coast Guard Officers. Saya pernah menghabiskan masa kecil saya di Indonesia, sehingga saya menganggap sebagian diri saya adalah orang Indonesia. Saya juga berhubungan baik dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korsel. Tindakan Saudara Riyanto ini adalah salah satu penguat hubungan antara kedua negara, saya ucapkan terima kasih,” ungkap Si Yong Lim yang juga hadir menyaksikan pemberian penghargaan secara virtual.
Adapun kronologi peristiwa penyelamatan wanita Korea Selatan adalah pada tanggal 18 Januari 2024. Riyanto sebagai Pekerja Migran Indonesia asal Desa Purwahamba, Brebes, Jawa Tengah, yang saat ini bekerja di kapal Dongchangho di Bangeojin, Ulsan, Korsel. Ketika kapal dimana tempatnya bekerja sedang bersandar di pelabuhan, Riyanto menyaksikan seorang perempuan terjatuh jatuh ke perairan yang tidak jauh dari pelabuhan Bangeojin, Ulsan, Korsel. Melihat kejadian tersebut, Riyanto langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan perempuan tersebut dan memeganginya agar tidak tenggelam, hingga akhirnya penjaga pantai setempat tiba dan menyelamatkan mereka berdua. Perempuan tersebut kemudian diberikan pertolongan pertama untuk membantu pernafasan dan detak jantung sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lanjutan.
Ditambahkan Gatot, Kepala BP2MI menyampaikan pesan kepada para Pekerja Migran Indonesia lainnya, baik dari sektor perikanan dan kelautan maupun sektor lainnya, untuk tetap semangat dalam bekerja dan semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.
“Tak lupa kami ucapkan juga terima kasih kepada para pegiat Kemanusiaan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, termasuk yang berada di Korsel, lebih khususnya Bapak Ari Purboyo yang juga hadir secara fisik di tengah-tengah kita dan Bapak Paryanto yang hadir secara virtual yang telah melakukan pendampingan dan perhatian yang luar biasa kepada para Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, juga kepada Bapak Kepala Desa Purwahamba, Brebes, Jawa Tengah yang hadir langsung di sini," imbuhnya.
"Insyaallah senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan-Nya dalam setiap perjuangannya membela Pekerja Migran Indonesia tanpa lelah dan pamrih,” tutup Gatot. ** (Anton)




.jpg)












