- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
Kepala BP2MI Berikan Penghargaan kepada Riyanto, Pekerja Migran Indonesia Selamatkan Wanita Korea Selatan yang Jatuh di Laut

Keterangan Gambar : Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan penghargaan kepada Riyanto
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan penghargaan kepada Riyanto, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan (Korsel) yang telah menyelamatkan seorang wanita warga negara Korsel yang terjatuh ke laut Ulsan Korsel.
Penghargaan dari Kepala BP2MI Benny Rhamdani itu diserahkan langsung oleh Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, A. Gatot Hermawan kepada istri Riyanto, Darsih, di Ruang Command Center BP2MI, Jakarta, Jum'at (2/2/2024).
Mewakili Kepala BP2MI, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, A. Gatot Hermawan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas aksi kemanusiaan yang dilakukan secara heroik terhadap warga Korsel tersebut.
Baca Lainnya :
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
“Pemerintah Indonesia sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Saudara Riyanto. Pekerja Migran Indonesia selain sebagai pahlawan devisa juga memiliki semangat membantu sesama dan berjiwa patriotik," ucap Gatot.
Menurut Gatot, aksi penyelamatan yang dilakukan Riyanto itu dapat dikatakan tindakan yang berani. Karena, lanjutnya, Riyanto saat melakukan penyelamatan, suhu di laut Ulsan berdasarkan BMKG Korsel mencapai antara 6,6 derajat Celcius sampai dengan 14,8 derajat Celcius, cukup dingin dan berisiko membahayakan nyawanya.
"Untuk itu pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh BP2MI memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Riyanto," lugas Gatot.
Sementara Riyanto yang hadir secara virtual mengucapkan terima kasih kepada Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan seluruh pihak yang sudah mendukung dalam pemberian penghargaan pejuang kemanusiaan ini. Sebelumnya ia juga telah mendapatkan penghargaan dari Kepolisian Pos Penjaga Pantai Ulsan.
“Saya bekerja ke Korsel sejak tahun 2017. Penghargaan ini saya serahkan untuk keluarga saya, juga seluruh Pekerja Migran Indoesia yang bekerja sebagai pelaut asing. Salam satu jiwa!” semangat Riyanto.
Profesor Si Yong Lim dari Korea Coast Guard Academy juga turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Saudara Riyanto atas tindakan beraninya menyelamatkan seorang warga negara Korsel.
“Saya mengajar International Relations bagi Coast Guard Officers. Saya pernah menghabiskan masa kecil saya di Indonesia, sehingga saya menganggap sebagian diri saya adalah orang Indonesia. Saya juga berhubungan baik dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korsel. Tindakan Saudara Riyanto ini adalah salah satu penguat hubungan antara kedua negara, saya ucapkan terima kasih,” ungkap Si Yong Lim yang juga hadir menyaksikan pemberian penghargaan secara virtual.
Adapun kronologi peristiwa penyelamatan wanita Korea Selatan adalah pada tanggal 18 Januari 2024. Riyanto sebagai Pekerja Migran Indonesia asal Desa Purwahamba, Brebes, Jawa Tengah, yang saat ini bekerja di kapal Dongchangho di Bangeojin, Ulsan, Korsel. Ketika kapal dimana tempatnya bekerja sedang bersandar di pelabuhan, Riyanto menyaksikan seorang perempuan terjatuh jatuh ke perairan yang tidak jauh dari pelabuhan Bangeojin, Ulsan, Korsel. Melihat kejadian tersebut, Riyanto langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan perempuan tersebut dan memeganginya agar tidak tenggelam, hingga akhirnya penjaga pantai setempat tiba dan menyelamatkan mereka berdua. Perempuan tersebut kemudian diberikan pertolongan pertama untuk membantu pernafasan dan detak jantung sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lanjutan.
Ditambahkan Gatot, Kepala BP2MI menyampaikan pesan kepada para Pekerja Migran Indonesia lainnya, baik dari sektor perikanan dan kelautan maupun sektor lainnya, untuk tetap semangat dalam bekerja dan semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.
“Tak lupa kami ucapkan juga terima kasih kepada para pegiat Kemanusiaan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, termasuk yang berada di Korsel, lebih khususnya Bapak Ari Purboyo yang juga hadir secara fisik di tengah-tengah kita dan Bapak Paryanto yang hadir secara virtual yang telah melakukan pendampingan dan perhatian yang luar biasa kepada para Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, juga kepada Bapak Kepala Desa Purwahamba, Brebes, Jawa Tengah yang hadir langsung di sini," imbuhnya.
"Insyaallah senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan-Nya dalam setiap perjuangannya membela Pekerja Migran Indonesia tanpa lelah dan pamrih,” tutup Gatot. ** (Anton)













