- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
- Disdik Barito Utara Perkuat Sinergi Pendidikan Bersama Korwil dan Pengawas Sekolah
- Bupati Barito Utara Sholat Idul Adha Bersama Masyarakat di Masjid Jami Muara Teweh
Kementerian Agama Ajak Umat Buddha Maknai Waisak dalam Wujud Rasa Kebersamaan

Keterangan Gambar : Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama, Supriyadi saat memberikan keterangan usai acara Gathering Media 'Hari Raya Waisak 2567 B.E/2023'.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mengajak seluruh umat Buddha untuk memaknai peringatan Hari Waisak 2567 B.E/2023 dengan menjaga serta memperkuat kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam wujud rasa kebersamaan.
"Ini pesan penting yang perlu saya sampaikan, kita memang sudah memasuki tahun-tahun yang perlu lebih kita gelorakan dan perkuat tentang persatuan kita untuk menjaga keutuhan NKRI," ujar Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kemenag, Supriyadi di Jakarta, Jum'at (26/5/2023).
Menurut Supriyadi, momen keagamaan seperti Waisak mesti dipergunakan untuk memperkuat dan memperteguh rasa kebersamaan diantara umat Buddha serta umat agama lainnya di Indonesia.
Baca Lainnya :
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
"Kita semua punya tugas yang besar memaknai hari besar Waisak. Tentu perlu diwujudkan dalam bentuk sebuah kebersamaan. Karena, pesan Menteri Agama dan Presiden (Joko Widodo) bahwa sebuah kebersamaan dalam kerukunan yang harmonis itu perlu kita tunjukkan kepada seluruh umat Buddha yang ada di Indonesia," papar Supriyadi.

Disampaikan Supriyadi, peringatan hari raya Waisak 2023 dipusatkan di Candi Borobudur. Sekitar 5 ribu umat Buddha diprediksi menghadiri perayaan tersebut.
"Saat ini yang sudah kita sepakati dengan pihak pengelola Candi Borobudur itu 4.500 sampai 5.000," ucapnya.
Supriyadi menambahkan, pelaksanaan puncak peringatan Waisak di Candi Borobudur pada 4 Juni 2023 mendatang juga melibatkan Kementerian BUMN, Walubi, hingga Permabudhi.
"Sudah 90 persen ya persiapan, ini sudah bergerak semua tinggal pelaksanaannya saja," ungkapnya.
Lanjut Supriyadi mengungkapkan, peringatan hari raya Waisak di Candi Borobudur akan dihadiri sejumlah pejabat negara.
"Sebagaimana yang disepakati kita mengundang beberapa menteri, Pak Menteri Parekraf mungkin bakal hadir, Menteri BUMN bakal hadir, Kemenag bakal hadir," katanya.
"Namun Presiden Jokowi kemungkinan tidak akan hadir. Ini kan ritual keagamaan, jadi beliau (Presiden Jokowi) tidak ke sana. Mungkin nanti acara lain yang perayaan," tambah Supriyadi.
Selain kepada umat, Supriyadi juga berpesan kepada para Pengurus Pusat Organisasi untuk dapat bersama-sama menyuarakan kepada anggotanya di daerah, yakni pesan-pesan kebersamaan merajut dan merangkai Buddha Dhamma yang telah tertanam dalam relung hati diri umat Buddha.
"Kalau kita semua bisa menampilkan dan menunjukkan bahwa kebersamaan yang betul-betul alamiah, bukan dipaksakan," pungkasnya.(*)





.jpg)











