- Pemancangan Tiang Listrik, Bupati Barito Utara Ajak Warga Jaga Fasilitas Bersama
- Akses Listrik Diperluas, Pemkab Barito Utara Dorong Pemerataan Pembangunan Desa
- BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam Sumbar
- Dana Desa 2025 Desa Sangkanhurip Sindang Dilaksanakan Tahun 2026, DPMD Majalengka Memilih Diam
- Direktorat Reserse PPA-PPO dan Layanan Hotline Polri Bakal Diluncurkan, Siap Tangani Laporan KDRT
- Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Dialihkan Dari Lapangan Winodadi, ini Alasannya
- Dari Penggemar K-Pop ke Bintang Film: Langkah Internasional Saskia Chadwick di Korea
- Bupati Shalahuddin Tinjau Infrastruktur Jalan Dan Jembatan Di Teweh Selatan Dan Montallat
- Saskia Chadwick Dijuluki The Next Ratu Horor Indonesia, Bersinar di Film Kolaborasi Korea
- Buka Rakerda Kanwil BPN Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN Ingatkan Capaian Kinerja Tak Sekadar Angka
Kemenkop Siap Kembangkan Ekonomi Syariah Melalui Koperas

Keterangan Gambar : Wamenkop Ferry Juliantono saat di ponpes Al Bahjah Cirebon
MEGAPOLITANPOS.COM, Cirebon - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan ekonomi syariah melalui koperasi. Salah satu dukungannya adalah dengan memberikan bantuan pembiayaan dengan skema syariah yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kepada BMT Al Bahjah di Kabupaten Cirebon.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengapresiasi peran Pondok Pesantren Al Bahjah dalam pengembangan ekonomi syariah melalui Koperasi BMT Al Bahjah. Sebagai mitra LPDB, BMT Al Bahjah dinilai konsisten membangun ekonomi berbasis syariah dengan dibarengi dakwah yang sarat dengan nilai-nilai spiritual.
"Kami dari Kementerian Koperasi sengaja hadir untuk memberikan dukungan kepada Pondok Pesantren Al-Bahjah dan tentunya kami memuliakan Buya Yahya," ujar Ferry Juliantono saat melakukan kunjungan kerja ke BMT Al Bahjah, Sabtu (22/03).
Baca Lainnya :
- Menkop Ajak China Council PIT Jadi Suplier Alat Produksi Pertanian Dalam Ekosistem Kopdes
- Koperasi Akan Terlibat untuk Pemulihan Ekonomi Sosial di Daerah Bencana
- Menkop Tekankan Penguatan Peran BA Sebagai Ujung Tombak Suksesnya Program Kopdes Merah Putih
- Menkop Ajak Koperasi Mahasiswa Masuk Ke Sektor Produksi
- Menkop Dorong Kopontren Tingkatkan Daya Saing dan Jalin Kemitraan dengan Kopdes Merah Putih
Turut mendampingi Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama LPDB Supomo, dan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana.
Data empiris Kemenkop mencatat bahwa koperasi syariah atau BMT yang didukung oleh koperasi pembiayaan syariah efektif dalam memerangi praktik rentenir dan pinjaman dengan margin tinggi. Koperasi syariah juga terbukti mampu memberikan akses keuangan kepada masyarakat mikro dan ultra mikro dengan lebih baik.
"Value ini yang kemudian memberi semangat kepada BMT atau Koperasi Pembiayaan Syariah memiliki kekuatan energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang konvensional untuk bisa memerangi satu rentenir, memerangi pinjaman dengan margin yang sangat tinggi," tambahnya.
Kopdes Merah Putih
Dalam kesempatan tersebut, Ferry Juliantono juga menyampaikan rencana pemerintah untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih di lingkungan Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Ferry berharap BMT Al-Bahjah mendampingi koperasi-koperasi lainnya dalam mengelola pembiayaan syariah.
"Tadi saya menyampaikan kepada Buya Yahya (Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah/ LPD) Al Bahjah Buya Yahya) untuk membantu kami membimbing Koperasi-koperasi yang akan didirikan sesuai dengan arahan pemerintah," jelas Ferry.
Ferry berharap Alumni Pondok Pesantren Al-Bahjah yang telah tersebar di seluruh Indonesia juga diharapkan dapat turut berkontribusi dalam pengembangan koperasi desa ini. Target pengembangan Koperasi Desa ini adalah mengembangkan kegiatan operasional yang komprehensif, termasuk pengelolaan retail, apotek, klinik desa, transportasi, dan pergudangan.
Terkait target pembentukan Koperasi Desa secara nasional, Ferry Juliantono menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, diharapkan pada bulan Juli mendatang sudah terbentuk di hampir 70 ribu desa di seluruh Indonesia.
Kemenkop akan menggunakan tiga pendekatan dalam pengembangan koperasi desa, yaitu revitalisasi koperasi yang sudah ada dan baik, revitalisasi koperasi yang belum maju, serta pembentukan koperasi baru di desa yang belum memiliki koperasi.
"Melalui Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah (LPD) Al Bahjah Buya Yahya siap memberikan dukungan terhadap pemerintah dalam menyukseskan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih khususnya koperasi syariah. Menurut Buya Yahya selain mengusung spirit kebaikan, koperasi syariah menjadi bagian dalam pembangunan ekonomi umat.
"Kita imbau siapapun untuk bisa bergabung untuk bisa menjadi lebih kepada syariah. Kami ingin menjaring orang sebanyak-banyak untuk bergabung di sini (koperasi)," ujar Buya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)





.jpg)
.jpg)




