- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
Kemenkes RI Sebut Tugas Komunitas TB Army Melacak Pasien Terdiagnosis TBC RO yang Belum Mulai Pengobatan

Keterangan Gambar : Perwakilan komunitas TB Army dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi saat foto bersama usai acara penyematan pin TB Army.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan komunitas TB Army untuk memerangi penyakit tuberkulosis alias TBC.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi mengungkapkan, TB Army nantinya bertugas melacak pasien yang terdiagnosis TBC RO. Setelah menemukan, lanjut Imran, kemudian diobati sampai sembuh.
"Jadi pertama harus menemukan dulu, kemudian mulai mengobati dan harus pastikan orang yang diobati mau berobat sampai sembuh. Jadi ini yang dilakukan teman-teman TB Army mencari orang yang sudah dinyatakan positif tapi belum melakukan pengobatan,’’ kata Imran kepada media, usai meluncurkan TB Army di Jakarta, Selasa sore (29/8/2023).
Baca Lainnya :
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM

Kegiatan TB Army, kata Imran, berjalan dengan mengoptimalkan peran penyintas tuberkulosis dan organisasi penyintas tuberkulosis.
"Mereka yang pernah mengalami TBC akan berbagi edukasi seputar penyakit TB kepada pasien agar segera menjalani pengobatan," imbuhnya.
"TB Army akan bekerja di 14 provinsi dan 47 kabupaten/kota. Ini merupakan bentuk komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat termasuk POP-TB (Perhimpunan Organisasi Pasien TB Indonesia) untuk mewujudkan eliminasi tuberkulosis tahun 2030," papar Imran.
Imran menyebut, berdasarkan data TB per Januari hingga Juli 2023, terdapat kasus TBC RO sejumlah 7.600, tapi yang memulai pengobatan baru sekitar 4.400 atau sekitar 58 persen.
"Saya berharap TB Army yang dijalankan POP-TB dapat berkontribusi optimal dalam penelusuran pasien yang belum mulai pengobatan. Serta meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC RO dengan mengoptimalkan peran penyintas TB dan organisasinya," ucap Imran.
"Jadi saya kira kita sangat tepat memilih teman-teman di sini untuk bisa meyakinkan orang sudah terdiagnosis untuk segera memulai pengobatan. Karena kalau tidak memulai pengobatan, TBC pasti tidak bisa disembuhkan karena ini adalah penyakit menular," tandasnya menambahkan.(*)





.jpg)











