- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Karya Wisata Memberatkan, Aktifis Minta Arief Jangan Tutup Mata

Keterangan Gambar : Paling kiri H Nur Fajar Rukmana Pemerhati Pendidikan LSM MERAPPI
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang, - Kegiatan Karya wisata SMPN 14 yang sempat dikeluhkan sejumlah orangtua lantaran dinilai memberatkan menuai kritik tajam dari sejumlah aktifis dan pemerhati pendidikan di kota Tangerang.
Hal tersebut lantaran kegiatan yang disebut - sebut kurang tepat dan disinyalir hanya sebagai sarana sekolah dalam mencari celah untuk kepentingan pribadi dinilai memberatkan orangtua khususnya dari kalangan tidak mampu.
Demikian diungkapkan H. Nur Fajar Rukmana Pemerhati pendidikan dari LSM Masyarakat Peduli Pendidikan (MERAPPI) menyusul berangkatnya ratusan siswa SMPN 14 ke Jogja dalam rangka karya wisata selama beberapa hari kedepan.
Baca Lainnya :
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
"Ini sudah tidak lagi bisa ditoleransi karna sudah dipastikan sekolah membangkang edaran yang telah dikeluarkan oleh walikota Tangerang melalui dinas pendidikan," ungkap H. Nur Fajar Rukmana melalui sambungan telponnya rabu (24/5/2023).
Ia menyebut, dalam Surat Edaran beregistrasi 421.3/0452-Pemb.SMP/ sudah jelas Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah resmi melarang kegiatan study tour bagi semua pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
"Apapun alasannya, Peraturan yang sudah tertuang sudah jelas dikangkangi oleh SMPN 14, jadi tidak lagi ada alasan untuk menunda sanksi, kalau perlu copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah," ujarnya.
Ia berujar, keberangkaan ratusan siswa tersebut disebut - sebut sebagai bentuk dari pembangkangan atas program - program unggulan pelayanan pendidikan dikota Tangerang.
"Walikota Tangerang sudah seharusnya bisa menjawab apa yang menjadi keresahan masyarakat, jangan tutup mata kalau perlu copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah," ungkap dia.
Ia menilai hal itu dinilai perlu lantaran program pendidikan yang kini sudah berjalan saat ini sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat kota tangerang khususnya masyarakat yang kurang mampu.
"Program pendidikan dikota Tangerang bisa dibilang sangat berpihak kepada masyarakat lapisan bawah mulai dari segi masyarakat tidak mampu Tangcer bisa diandalkan, belum lagi Sekolah Swasta Gratis disetiap kecamatan untuk masyarakat yang tidak terakomodir di (Sekolah) Negeri sudah bagus dan semua program tersebut dinodai oleh SMPN 14 Kota Tangerang," ungkap dia. ** (Jhn)

















