- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
Karya Wisata Memberatkan, Aktifis Minta Arief Jangan Tutup Mata

Keterangan Gambar : Paling kiri H Nur Fajar Rukmana Pemerhati Pendidikan LSM MERAPPI
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang, - Kegiatan Karya wisata SMPN 14 yang sempat dikeluhkan sejumlah orangtua lantaran dinilai memberatkan menuai kritik tajam dari sejumlah aktifis dan pemerhati pendidikan di kota Tangerang.
Hal tersebut lantaran kegiatan yang disebut - sebut kurang tepat dan disinyalir hanya sebagai sarana sekolah dalam mencari celah untuk kepentingan pribadi dinilai memberatkan orangtua khususnya dari kalangan tidak mampu.
Demikian diungkapkan H. Nur Fajar Rukmana Pemerhati pendidikan dari LSM Masyarakat Peduli Pendidikan (MERAPPI) menyusul berangkatnya ratusan siswa SMPN 14 ke Jogja dalam rangka karya wisata selama beberapa hari kedepan.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
"Ini sudah tidak lagi bisa ditoleransi karna sudah dipastikan sekolah membangkang edaran yang telah dikeluarkan oleh walikota Tangerang melalui dinas pendidikan," ungkap H. Nur Fajar Rukmana melalui sambungan telponnya rabu (24/5/2023).
Ia menyebut, dalam Surat Edaran beregistrasi 421.3/0452-Pemb.SMP/ sudah jelas Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah resmi melarang kegiatan study tour bagi semua pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
"Apapun alasannya, Peraturan yang sudah tertuang sudah jelas dikangkangi oleh SMPN 14, jadi tidak lagi ada alasan untuk menunda sanksi, kalau perlu copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah," ujarnya.
Ia berujar, keberangkaan ratusan siswa tersebut disebut - sebut sebagai bentuk dari pembangkangan atas program - program unggulan pelayanan pendidikan dikota Tangerang.
"Walikota Tangerang sudah seharusnya bisa menjawab apa yang menjadi keresahan masyarakat, jangan tutup mata kalau perlu copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah," ungkap dia.
Ia menilai hal itu dinilai perlu lantaran program pendidikan yang kini sudah berjalan saat ini sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat kota tangerang khususnya masyarakat yang kurang mampu.
"Program pendidikan dikota Tangerang bisa dibilang sangat berpihak kepada masyarakat lapisan bawah mulai dari segi masyarakat tidak mampu Tangcer bisa diandalkan, belum lagi Sekolah Swasta Gratis disetiap kecamatan untuk masyarakat yang tidak terakomodir di (Sekolah) Negeri sudah bagus dan semua program tersebut dinodai oleh SMPN 14 Kota Tangerang," ungkap dia. ** (Jhn)

















