- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
IPB University Gelar Wisuda Program Pendidikan Diploma Sekolah Vokasi Tahun Akademik 2021/2022

megapolitanpos.com, Bogor-- Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menggelar upacara wisuda di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Selasa(11/10/2022).
Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P, M.Si. membuka sidang terbuka dan mewisuda sebanyak 1200 wisudawan yang terdiri dari lulusan program Studi Vokasi, program Studi Ekowisata, program Studi Management Informatika, program Studi Tekhnik Komputer, program Studi Management Industri Jasa Makanan dan Gizi, program Studi Tekhnik Industri Benih, program Studi Tekhnik Industri Produk dan Budidaya Makanan
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Arif Satria, Rektor IPB University memberikan beberapa pesan penting bagi para wisudawan. Menurutnya, Sebagai lulusan wisuda IPB harus dapat menebar manfaat dan menebar inspirasi untuk semuanya.
Baca Lainnya :
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Semangat Anak Wae Moto Menyala, PNM Peduli Wujudkan Sekolah yang Lebih Aman dan Nyaman
- SEAVFC Jadi Panggung Talenta Muda, Liza Maria Yakin Anak Indonesia Mampu Bersaing di ASEAN
- Funwalk HAN 2026 Satukan Anak, Orang Tua, dan Komunitas untuk Wujudkan Indonesia Ramah Anak
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
"Proses belajar itu adalah proses yang panjang,lulus dari IPB bukan akhir dari segalanya bahkan awal dari segalanya," katanya.
Menurutnya, era big data kini berkembang menjadi smart science data centric. Belum lagi hadirnya metaverse sebagai wujud berkembangnya dunia virtual.
“Lulusan IPB University harus menjadi pembelajar yang tangkas dan pembelajar sejati. Setiap tempat dianggap sebagai sekolah. Pembelajar handal harus mampu menghadapi berbagai perubahan di era disrupsi,” terangnya.
Ia menambahkan, kecepatan belajar merupakan kemampuan yang penting sehingga lulusan IPB University dapat menjadi trendsettter perubahan. Terutama di era disrupsi 4.0, kepekaan terhadap sinyal perubahan diikuti dengan growth mindset sangat penting.
Selanjutnya, growth mindset merupakan cara pandang baru agar selalu optimis dan memiliki kepercayaan demi pengembangan diri. Kekuatan tersebut menjadi modal agar mampu menciptakan inovasi baru. Kolaborasi juga menjadi jembatan untuk menciptakan inovasi unggul dan sebagai modal untuk menginspirasi masyarakat.
“Kami berharap para wisudawan adalah insan-insan yang berintegritas kuat dan memiliki keinginan untuk menginspirasi. Dengan kita terus menginspirasi, kita akan terus memberikan energi positif bagi bangsa ini untuk mengarah kepada kemajuan,” kata Prof Arif Satria.
Wisudawan harus mampu memperkuat mindset baru, yaitu mindset untuk berubah serta mindset yang bertumbuh atau growth mindset yang adaptif terhadap perubahan.
"Mindset harus berubah terus dan berperan terhadap perubahan, mindset optimis, sehingga keinginan untuk selalu belajar dan belajar faktor menentukan masa depan," ungkap dia.
Prof. Arif Satria juga mengupas terkait sebuah buku yang berjudul GRIT yang belum lama dibacanya. Dia menyebut, kata GRIT selaras dengan mindset, bicara passion, tentang kegigihan, dan resiliensi.
Menurut dia, passion atau cintai apa yang dikerjakan. Hal tersebut merupakan pondasi yang membuat sukses.
Ditambahkannya IPB merupakan wadah orang-orang yang diharapkan mampu membangun kultur GRIT dan kultur gigih.

Diapun berharap wisudawan dapat mampu menjiwai, passion terhadap apa yang dikerjakan dan sehingga respon terhadap perubahan betul betul terwujud.
"Kita harus bisa menjadi seorang trendsetter dalam perubahan, menjadi seorang learning agility, tidak takut memulai hal baru, punya ketangguhan dapat menciptakan hal baru, menjadi penentu kecenderungan, apabila kita hanya fokus pada best practise, maka kita akan selamanya menjadi follower," tuturnya.
Dia mengimbau, agar lulusan IPB bisa menjadi pembelajar sejati. Tidak hanya itu, dia menyarankan agar menjadikan semua orang sebagai guru.
"Guru kita ada dimana mana, petani, nelayan, kaum profesional, orang banyak belajar akan semakin humble, perkuat, orientasi moral, kinerja, intelektual, kejujuran, integritas dan kolaborasi," pungkasnya.
Sementara itu Ketua umum yang diwakili Dewan Pembina Himpunan Alumni IPB(HA-IPB) Padlan Irsyad dalam paparannya mengatakan, menyambut dan menerima para wisudawan untuk bergabung dalam Himpunan Alumni IPB University.
" Saya yakin bahwa alumni IPB University merupakan orang-orang yang memiliki potensi besar, bahkan dapat mempengaruhi berbagai perubahan di masa datang, lulusan IPB yang diwisuda hari ini tetap memiliki 3 kompetensi yang telah diajarkan almamater yaitu integritas, inovasi, dan inspirasi," tutupnya.(ASl/Red/MP).


.jpg)
.jpg)













