- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- DPRD Barito Utara Hadiri Pemakaman H Nadalsyah Koyem, Patih Herman Sampaikan Duka Mendalam
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Pakar Hukum: Pengembalian Dana Nasabah oleh Bank BUMN Tak Otomatis Jadi Kerugian Negara
- Bahas Penyusunan Raperda APBD Perubahan 2026, DPRD HSU Sambangi DPRD Barut
- Tingkatkan Kualitas Kesehatan Pelajar, Serma Supriyadi Dampingi Screening Kesehatan Di SDI Bina Insan Mulia
- Ketum IKKT Pragat Wira Anggini Pimpin Pengangkatan Ny. Rahmi Muzafar Sebagai Ketua IKKT PWA Cabang BS II Kogabwilhan II
- Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat
- Kanwil Kemenag Banten Raih Peringkat I Indeks Pengelolaan Aset 2025
Ibu Rumah Tangga Di Sekap Gara-gara Tidak Bisa Bayar Hutang

MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Na'as betul nasib Ibu rumah tangga yang bernama Sulistyawati (45) gara-gara tidak bisa membayar hutang di sekap oleh rentenir. Pasalnya kejadian penyekapan tersebut terjadi di kediaman rentenir yang berada di Perumahan Ciledug Indah 2 Kelurahan Pedurenan Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang. Pada Jumat (07-01-2022).
Menurut Sulis korban penyekapan mengatan dirinya disekap rentenir selama 15 jam, Ia mengakui kejadian tersebut membuatnya trauma. Dirinya mengatakan penyekapan terjadi sejak pukul 13.00 sampai 03.00 pagi hari, Ia mengakui telah memiliki hutang senilai Satu Juta Rupiah, kepada rentenir.
"Awalnya saya dijemput di kediaman saya di cipondoh oleh ibu Ani dirumah, dia mengatakan ada pencairan, dan saya turuti ga taunya saya diajak kerumah ibu F di Ciledug Indah 2. Disitulah saya tidak boleh pulang dan dikunci di kamar," Imbuhnya
Baca Lainnya :
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Momentum Sumpah Pemuda, Komisi II Dorong Pemuda Aktif dalam Pembangunan
- Ngaku PNS di Medsos, Pria Ini Diduga Bawa Kabur Scoopy Rp 24 Juta
- Tipu Korban Rp 1,96 Miliar Lewat Mitra Bengkel AutoOne, Pelaku Kini Disidang di Tangerang
"Benar, saya telah meminjam uang 1.000.000 kepada F yang diterima sebesar 900.000 dan harus membayar 1.600.000 dalam jangka 22 hari, karna belum bisa membayar dengan jangka waktu yang ditentukan pihak rentenir,"Jelasnya.
Korban Sulis mengatakan ada penyebutan kata-kata kotor pelecehan sexual oleh pelaku F, seperti nanti kalau masih belum bisa bayar ia diminta melayani pekerja steamnya.
Diduga pelaku ada 2 orang F dan SF, masih menurut korban, SF ini mengancam dengan kata-kata pembunuhan, mutilasi kalau tidak bisa bayar.
"Alhamdulilah berkat bantuan polisi bisa bebas, tetapi kejadian yang menimpa saya membuat trauma," ungkap Sulis kepada Wartawan.
Atas kejadian tersebut korban melaporkan tindakan penyekapan tersebut kepihak kepolisian. Korban Sulis sudah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Resort Metro Tangerang Kota dengan Nomor : TBL/B/59/I/2022/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, pada tanggal 10 Januari 2022 yang beralamat di Jalan Daan Mogot No 52 Kota Tangerang. Diterima oleh Iptu Nurman SH dan di kenakan Pasal 333 KUHP.
"Saya berharap mendapatkan keadilan atas kejadian yang menimpa saya". Tuturnya Saat di konfirmasi awak media.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug Iptu Ronald Sianipar SH membenarkan adanya penyekapan oleh rentenir kepada ibu Sulis, berdasarkan aduan masyarakat team kami bergerak langsung ketempat kediaman rentenir di Perumahan Ciledug Indah 2 Kota Tangerang.(Nan/Red/MP)
















