- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
Ibu Korban Minta Ketegasan Polisi, Predator Anak di Kresek Masih Berkeliaran

Keterangan Gambar : Poto : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Seorang Ibu asal desa Kelebet, kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang mengeluhkan sulitnya mendapatkan keadilan bagi orang susah yang tidak memiliki apa-apa.
Adalah Fatimah yang sehari - hari berprofesi sebagai asisten rumah tangga yang berharap polisi dapat lebih memberikan perhatian serius atas persoalan dugaan pencabulan yang dialami oleh putrinya yang berumur 12 tahun.
Pasalnya, sejak dilaporkan pada Agustus tahun lalu, terduga pelaku yang tidak lain ayah tiri korban hingga saat ini diketahui masih belum dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
"Sampe sekarang belom beres beres juga, itung aja dari bulan agustus sampe sekarang udah mau setaon itu," kata Fatimah kepada wartawan minggu (9/4/2023).
Ia berujar, dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan, Polisi berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari laporannya tersebut.
"Setiap bulan saya menghubungi Tim penyidik (PPA) Polresta Tangerang menanyakan sejauh mana perkembangan Laporan Polisi jawabanya pelaku belum bisa kami tangkap ". jelasnya.
Fatimah mengaku, putrinya hingga kini masih mengalami trauma atas kejadian yang disebutnya sudah berkali - kali dilakukan oleh terduga pelaku yang tidak lain adalah suaminya.
"Sekolah SD kelas 5 baru, siapa yang ngga sakit liat anak sendiri digituin," ungkap Fatimah.
Ia menuturkan, kejadian tersebut berawal saat dirinya mendapati suaminya tengah berbuat tidak senonoh terhadap korban, sontak dirinya marah langsung mengur terduga pelaku yang langsung melarikan diri.
"Ketauan sama ibu subuh, kata anak saya dia udah sering sih ngelonin anak saya, dia mau bilang takut ke mamah takut sama bapa takut diapa apain," kata Fatimah.(Tim)

















