Breaking News
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- H. Nurul Anwar Ajak Pengurus BKMT Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi
- H. Taupik Nugraha, BKMT Berperan Besar Membina Umat dan Memperkuat Persatuan
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Pemkab Barito Utara Harapkan BKMT Jadi Mitra Strategis Membangun Masyarakat Religius
Hutang Luar Negeri akan Berpengaruh Kepada Neraca Pembayaran

MEGAPOLITANPOS.COM, Bekasi - Neraca pembayaran atau Balance of Payment (BOP) adalah catatan sitematis dari semua transaksi ekonomi internasional. Catatan tentang perdagangan, investasi, pinjaman dan sebagainya. Catatan ini terjadi antara penduduk dalam negeri suatu negara dan penduduk luar negeri selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), yang biasanya dinyatakan dalam dollar AS. Oleh karena itu BOP sangat berguna karena menunjukkan struktur dan komposisi transaksi ekonomi dan posisi keuangan internasional suatu negara. Lembaga-lembaga keuangan internasional, seperti IMF, bank dunia dan negara-negara donor juga menggunakan BOP sebagai salah satu indikator dalam mempertimbangkan pemberian bantuan keuangan keapda suatu negara. Selain itu, menurut Tulus T.H Tambunan BOP juga merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara di samping variable-variabel ekonomi makro lainnya, seperti laju pertumbuhan PDB, tingkat pendapatan per kapita, tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan nilai tukar mata uang domestik. Atas dasar inilah, nilai hutang luar negeri akan berpengaruh pada Sistematika Neraca Pembayaran Luar Negeri. Tentunya akan berdampak signifikan kepada perekonomian dalam negeri itu sendiri. Maka, perlu pertimbangan mendalam terhadap pemerintah sebuah negara untuk menentukan dan mengambil kebijakan hutang luar negeri suatu negara. Penulis: Duwi Lestari Mahasiswa Prodi Manajemen Panca Sakti University








.jpg)








