Breaking News
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
Hutang Luar Negeri akan Berpengaruh Kepada Neraca Pembayaran

MEGAPOLITANPOS.COM, Bekasi - Neraca pembayaran atau Balance of Payment (BOP) adalah catatan sitematis dari semua transaksi ekonomi internasional. Catatan tentang perdagangan, investasi, pinjaman dan sebagainya. Catatan ini terjadi antara penduduk dalam negeri suatu negara dan penduduk luar negeri selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), yang biasanya dinyatakan dalam dollar AS. Oleh karena itu BOP sangat berguna karena menunjukkan struktur dan komposisi transaksi ekonomi dan posisi keuangan internasional suatu negara. Lembaga-lembaga keuangan internasional, seperti IMF, bank dunia dan negara-negara donor juga menggunakan BOP sebagai salah satu indikator dalam mempertimbangkan pemberian bantuan keuangan keapda suatu negara. Selain itu, menurut Tulus T.H Tambunan BOP juga merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara di samping variable-variabel ekonomi makro lainnya, seperti laju pertumbuhan PDB, tingkat pendapatan per kapita, tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan nilai tukar mata uang domestik. Atas dasar inilah, nilai hutang luar negeri akan berpengaruh pada Sistematika Neraca Pembayaran Luar Negeri. Tentunya akan berdampak signifikan kepada perekonomian dalam negeri itu sendiri. Maka, perlu pertimbangan mendalam terhadap pemerintah sebuah negara untuk menentukan dan mengambil kebijakan hutang luar negeri suatu negara. Penulis: Duwi Lestari Mahasiswa Prodi Manajemen Panca Sakti University








.jpg)

.jpg)






