- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- DI Pasar, Babinsa Cek Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran
HRD Korea Pusat Sebut Kondisi Ekonomi Saat Ini Sebabkan Jumlah Penerimaan Pekerja Migran asal Indonesia Berkurang

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggelar seremoni pelepasan untuk 697 pekerja migran Indonesia (PMI) gabungan yang akan bekerja ke Korea Selatan (Korsel), Jerman dan Taiwan, di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin (24/6/2024).
Pelepasan ratusan PMI dipimpin langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan turut dihadiri jajaran HRD Korea Pusat (HRDK), serta sejumlah mitra penempatan PMI.
Director of Foreign Workforce Introduction, HRD Korea Pusat (HRDK), Lee Jin Young, dalam kesempatan itu mengungkapkan sebab terjadinya penurunan jumlah penerimaan penempatan pekerja migran Indonesia yang akan bekerja di Korea Selatan. Hal tersebut, menurutnya, dikarenakan dampak kondisi ekonomi di Korea Selatan saat ini.
Baca Lainnya :
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
"Rendahnya tingkat penerimaan pekerja migran Indonesia (saat ini), bukan berarti penolakan dari pengguna kerja atau user. Tetapi memang kondisi ekonomi yang kurang baik di Korsel. Sedangkan pekerja migran Indonesia, mempunyai reputasi yang baik di mata pengguna kerja," ungkap Lee.
Lee juga mengucapkan selamat kepada seluruh pekerja migran Indonesia yang lulus seleksi bekerja di Korea Selatan. Lee berujar, bahwa sistem Employment Permit System - Test of Profiency in Korean (EPS-TOPIK) yang dilalui oleh para pekerja migran Indonesia adalah sistem standarisasi yang diakui internasional (ISO).
"Semua pengguna EPS-TOPIK mendapat perlakuan sama, tidak ada keistimewaan tertentu bagi tiap-tiap individu, semuanya menempuh proses panjang yang sama," terangnya.
Lanjut Lee berpesan kepada pekerja migran Indonesia untuk jaga kesehatan, tetap semangat, jalinlah hubungan baik dengan atasan, dan rekan sesama pekerja migran.
“Semoga kalian yang berangkat dapat bekerja dengan baik, dan ketika masa kontrak habis, kalian dapat menemui keluarga di rumah dengan penuh sukacita," ucapnya.
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengapresiasi Lee Jin Young yang telah hadir langsung dari Korsel menyampaikan sambutan yang memicu semangat pekerja migran Indonesia yang akan berangkat bekerja di Korea Selatan.
“Menjawab langsung banyak pertanyaan yang masuk melalui (pesan) japri, tentang mengapa pada tahun 2024 ini penempatan pekerja migran Indonesia berkurang. Kalian dengar Mr. Lee menjawab sendiri bahwa, kondisi ekonomi Korsel sedang dalam pemulihan. Tidak hanya Indonesia saja, bahkan kondisi global (dunia) pekerja migran juga terdampak," ujar Benny.
Benny berharap situasi ekonomi di Korea segera pulih, sehingga jumlah penempatan PMI ke Korea Selatan pada tahun ini bisa tercapai seperti yang diharapkan.
"Semoga situasi ini cepat membaik, dan mimpi saya untuk mengirim 15.000 hingga 17.000 PMI tahun ini bisa terwujud," imbuhnya. ** (*/Anton)

















