- Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Gara Gara Terperosok Limbah Blotong Panas Pabrik Gula Dua Warga Alami Luka Bakar Serius.
- Babinsa dan Komduk Intensifkan Patroli Malam.
- PRI Bidik Generasi Z, Budi Pramono: Anak Muda Jadi Kekuatan Partai
- Dandim 0506/Tgr Tinjau Langsung Distribusi 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kampung Koceak.
- Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri dan Komjen Wisnu Hadiningrat sebagai Wakapolri
- Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei.
- Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai-Nilai Pancasila.
Hensat Sebut Tagar Kami Muak Ajakan Untuk Memperbaiki Negeri

Keterangan Gambar : Hendri Satrio, Analis Komunikasi Politik
JAKARTA - Seruan “Kami Muak” sejak beberapa hari lalu banyak dipakai netizen Indonesia untuk menyuarakan kegelisahannya atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan privilege bagi anak presiden Jokowi Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Selain sebab tersebut, juga kemunculan baliho Kaesang yang merupakan anak bungsu presiden Jokowi yang langsung menjadi ketua umum PSI meski baru dua hari bergabung ke partai tersebut.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio juga mengunggah tagar #KamiMuak dalam postingan di akun twitter (sekarang X) dengan meng-quote berita terkait orasi ketua BEM UI yang mengatakan generasinya membutuhkan pemimpin muda yang menghargai Konstitusi, Peradilan dan Negara Hukum.
Baca Lainnya :
Saat dihubungi media, Rabu 8 November 2023, Hensat mengatakan masyarakat mengalami keresahan atas situasi sekarang. Nepotisme tidak malu-malu lagi dipertontonkan dan bahkan undang-undang berani diubah demi kepentingan keluarga.
“Saya melihat kegelisahan melingkup masyarakat dan ini silent majority yang tidak rela melihat awan gelap menyelimut demokrasi yang merupakan buah reformasi 1998. Ini sesuatu yang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
keputusan MK yang memberikan hak istimewa bagi Gibran saat bapaknya masih menjadi presiden dan hasil putusan MKMK Selasa kemarin yang dinilai tidak memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, menjadikan kegelisahan masyarakat semakin tinggi.
“Dan menurut saya tagar Kami Muak adalah untuk mengajak elemen masyarakat memperbaiki negeri yang saat ini perlu diperbaiki. Masyarakat sudah merasa sudah waktunya perubahan dilakukan untuk membuat Indonesia lebih baik,” tutupnya. ***
JAKARTA - Seruan “Kami Muak” sejak beberapa hari lalu banyak dipakai netizen Indonesia untuk menyuarakan kegelisahannya atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan privilege bagi anak presiden Jokowi Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Selain sebab tersebut, juga kemunculan baliho Kaesang yang merupakan anak bungsu presiden Jokowi yang langsung menjadi ketua umum PSI meski baru dua hari bergabung ke partai tersebut.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio juga mengunggah tagar #KamiMuak dalam postingan di akun twitter (sekarang X) dengan meng-quote berita terkait orasi ketua BEM UI yang mengatakan generasinya membutuhkan pemimpin muda yang menghargai Konstitusi, Peradilan dan Negara Hukum.
Saat dihubungi media, Rabu 8 November 2023, Hensat mengatakan masyarakat mengalami keresahan atas situasi sekarang. Nepotisme tidak malu-malu lagi dipertontonkan dan bahkan undang-undang berani diubah demi kepentingan keluarga.
“Saya melihat kegelisahan melingkup masyarakat dan ini silent majority yang tidak rela melihat awan gelap menyelimut demokrasi yang merupakan buah reformasi 1998. Ini sesuatu yang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Keputusan MK yang memberikan hak istimewa bagi Gibran saat bapaknya masih menjadi presiden dan hasil putusan MKMK Selasa kemarin yang dinilai tidak memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, menjadikan kegelisahan masyarakat semakin tinggi.
“Dan menurut saya tagar Kami Muak adalah untuk mengajak elemen masyarakat memperbaiki negeri yang saat ini perlu diperbaiki. Masyarakat sudah merasa sudah waktunya perubahan dilakukan untuk membuat Indonesia lebih baik,” tutupnya.


.jpg)





.jpg)
.jpg)
.jpg)





