- Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Rijanto-Beky Sebagai Koreksi Capaian Pelaksanaan Visi - Misi
- Jalankan Amanat Presiden, Bupati Pimpin Bersih Lingkungan Blitar Asri Bersama Masyarakat
- Ketua Umum PB. Formula Mendukung Keputusan Ketua MUI Bidang Fatwa, Jangan Beli Produk AS yang Tidak Halal
- Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat
- Tetap Buka Saat Ramadan, Warga Bersyukur Masih Bisa Urus Pertanahan di Hari Libur
- Tidak Ada Perbedaan Layanan, PELATARAN Tetap Layani Masyarakat di Bulan Suci Ramadan
- Anis Byarwati Soroti Insentif Rp12,8 Triliun Jelang Ramadan: Stimulus Penting, Tapi Bukan Fondasi Ekonomi
- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
- Tokoh Koperasi dan Jurnalis Senior Irsyad Muchtar Wafat, Dunia Perkoperasian Berduka
- Perjuangan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
Gubernur Jabar Datang Sendiri, Korban Tanah Bergerak Sukadana Dijanjikan Hunian Aman

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi, Kamis (19/2/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Bencana pergerakan tanah yang mengguncang Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, kini menjadi sorotan serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi, Kamis (19/2/2026), memastikan warga terdampak tidak menghadapi musibah ini sendirian.
Didampingi Bupati Majalengka Eman Suherman serta jajaran Forkopimda, sosok yang akrab disapa KDM menyambangi para pengungsi yang sementara ini bertahan di Balai Desa Sukadana.
Baca Lainnya :
- Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat
- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
- Setahun Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan Memimpin Majalengka : Merawat Harapan, Menjaga Arah
- Hari Ketiga Puasa Ramadan 1447 H, Saatnya Perkuat Ibadah dan Ingat Kematian
- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
Di hadapan warga, KDM menyampaikan komitmen nyata yang langsung disambut haru masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bantuan tunai Rp10 juta untuk setiap keluarga korban tanah bergerak.
Namun, bantuan darurat bukan satu-satunya langkah.
KDM meluncurkan gagasan besar yang mengejutkan warga : kawasan terdampak akan ditata ulang menjadi permukiman baru berkonsep "Kampung Wisata", seperti yang telah diterapkan di Sukabumi.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah merencanakan pembangunan rumah panggung dengan anggaran Rp.40 juta per unit, ditambah alokasi dana Rp.1 miliar untuk pembangunan rumah berbahan kayu yang dinilai lebih ringan dan tahan gempa.
"Rumah kayu lebih ringan dan tahan guncangan. Tetap tradisional tapi kokoh. Kita ingin warga kembali tinggal dengan aman dan nyaman," tegas KDM.
Untuk mempercepat realisasi, KDM menggandeng Kodim setempat melalui program Karya Bakti, sekaligus menyiapkan dana tambahan Rp.1 miliar guna memperbaiki infrastruktur desa.
"Saya siapkan dana 1 miliar rupiah, nanti dikerjakan Kodim. Kita tata jalannya, kita bangun rumahnya. Kampung ini harus berubah menjadi Kampung Wisata," ujar Dedi Mulyadi penuh keyakinan.
Tak hanya itu, Gubernur juga meminta Pemkab Majalengka segera menyiapkan lahan relokasi permanen yang benar-benar aman bagi warga terdampak.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan kesiapan penuh.
"Pemkab Majalengka siap menyediakan lahan relokasi yang aman, tidak jauh dari Sukadana namun bebas dari ancaman pergerakan tanah," ungkapnya.
Di tengah kepanikan dan ketidakpastian, warga merasakan secercah harapan baru.
Salah seorang korban terdampak, Rohman, mengaku terharu atas kehadiran langsung pimpinan daerah.
"Kami merasa benar-benar diperhatikan. Terima kasih karena pemerintah cepat merespons musibah ini," ujarnya.
Kini, pergerakan tanah di Blok Godabaya bukan hanya menjadi catatan bencana, tetapi juga titik awal perubahan besar.
Langkah cepat dari penanganan darurat hingga rencana relokasi permanen diharapkan memberi kepastian, rasa aman, dan harapan baru bagi warga Sukadana. ** (Agit)

















