- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
- Kantah Kabupaten Tangerang Laksanakan Pembayaran Ganti Kerugian 27 Bidang Tanah
- Wujud Nyata Jaga Keamanan Warga, Babinsa Patroli Malam.
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
Gubernur Jabar Datang Sendiri, Korban Tanah Bergerak Sukadana Dijanjikan Hunian Aman

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi, Kamis (19/2/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Bencana pergerakan tanah yang mengguncang Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, kini menjadi sorotan serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi, Kamis (19/2/2026), memastikan warga terdampak tidak menghadapi musibah ini sendirian.
Didampingi Bupati Majalengka Eman Suherman serta jajaran Forkopimda, sosok yang akrab disapa KDM menyambangi para pengungsi yang sementara ini bertahan di Balai Desa Sukadana.
Baca Lainnya :
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
Di hadapan warga, KDM menyampaikan komitmen nyata yang langsung disambut haru masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bantuan tunai Rp10 juta untuk setiap keluarga korban tanah bergerak.
Namun, bantuan darurat bukan satu-satunya langkah.
KDM meluncurkan gagasan besar yang mengejutkan warga : kawasan terdampak akan ditata ulang menjadi permukiman baru berkonsep "Kampung Wisata", seperti yang telah diterapkan di Sukabumi.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah merencanakan pembangunan rumah panggung dengan anggaran Rp.40 juta per unit, ditambah alokasi dana Rp.1 miliar untuk pembangunan rumah berbahan kayu yang dinilai lebih ringan dan tahan gempa.
"Rumah kayu lebih ringan dan tahan guncangan. Tetap tradisional tapi kokoh. Kita ingin warga kembali tinggal dengan aman dan nyaman," tegas KDM.
Untuk mempercepat realisasi, KDM menggandeng Kodim setempat melalui program Karya Bakti, sekaligus menyiapkan dana tambahan Rp.1 miliar guna memperbaiki infrastruktur desa.
"Saya siapkan dana 1 miliar rupiah, nanti dikerjakan Kodim. Kita tata jalannya, kita bangun rumahnya. Kampung ini harus berubah menjadi Kampung Wisata," ujar Dedi Mulyadi penuh keyakinan.
Tak hanya itu, Gubernur juga meminta Pemkab Majalengka segera menyiapkan lahan relokasi permanen yang benar-benar aman bagi warga terdampak.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan kesiapan penuh.
"Pemkab Majalengka siap menyediakan lahan relokasi yang aman, tidak jauh dari Sukadana namun bebas dari ancaman pergerakan tanah," ungkapnya.
Di tengah kepanikan dan ketidakpastian, warga merasakan secercah harapan baru.
Salah seorang korban terdampak, Rohman, mengaku terharu atas kehadiran langsung pimpinan daerah.
"Kami merasa benar-benar diperhatikan. Terima kasih karena pemerintah cepat merespons musibah ini," ujarnya.
Kini, pergerakan tanah di Blok Godabaya bukan hanya menjadi catatan bencana, tetapi juga titik awal perubahan besar.
Langkah cepat dari penanganan darurat hingga rencana relokasi permanen diharapkan memberi kepastian, rasa aman, dan harapan baru bagi warga Sukadana. ** (Agit)








.jpg)







