Breaking News
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
Galian PGN Panen Kecaman, Aktivis Desak SatpolPP Bertindak

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Perjuangan Rakyat Jelata (Barata) mendesak pemerintah kabupaten untuk segera melakukan tindakan tegas pelaksanaan pekerjaan galian jaringan instalasi gas bumi di wilayah kecamatan Pasar kemis. Hal tersebut diungkapkan Hilman Saleh Harahap Koordinator Barisan Perjuangan Rakyat Jelata (Barata) menanggapi berbagai persoalan yang ditimbulkan atas pekerjaan galian jaringan instalasi gas Bumi yang dinilai sudah mengganggu kenyamanan dan keamanan warga. Menurut aktivis yang akrab disapa Bung Hilman Harahap, selain dikeluhkan warga dan pengguna jalan, pengerjaan galian pipa gas itu juga diduga tidak sesuai dengan pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja. "Sudah jelas pengerjaan galian di wilayah pasar kemis ini menimbulkan permasalahan sosial dan menuai kecaman yang menjadi pertanyaan mendasar kemana pemerintah yang seharusnya hadir dalam menjawab keresahan rakyatnya," Ujar Hilman Saleh Harahap, Sabtu (16/7/2022). Seharusnya, masih menurut Bung Hilman pemerintah kabupaten Tangerang dalam hal ini satpolPP dapat lebih tanggap dalam mengatasi dan mencegah persoalan yang mungkin ditimbulkan dari pekerjaan galian itu. "Kita minta satpolPP untuk menggunakan kewenangannya, karna mereka memiliki wewenang untuk memeriksa ijin dan menghentikan pekerjaan galian itu jika memang dinyatakan belum mengantongi ijin," jelas Harahap. Ia menilai, kegelisahan dan keresahan masyarakat akan pengerjaan galian instalasi jaringan gas bumi tersebut sudah semestinya dijadikan landasan bagi para penegak perda untuk segera mengambil langkah - langkah pencegahan agar persoalan - persoalan yang timbul dapat segera diminimalisir. "Periksa administrasi perijinan mereka kalau memang belum ada hentikan pekerjaan galian itu dulu," ungkapnya. Sebelumnya, Proyek Galian instalasi infrastruktur Gas yang dikerjakan PT. Gas Negara (PGN) menuai protes dari warga sekitar dan pengguna jalan. Berdasarkan pantauan wartawan dilokasi pada kamis (14/7/2022), pekerjaan galian sepanjang belasan KM tersebut selain menimbulkan kepadatan lalu lintas, proyek strategis nasional itu juga merusak badan jalan. Kepada wartawan Masril, Salahseorang warga Kutabumi, Pasar kemis Kabupaten Tangerang mengaku geram atas proyek pengerjaan galian tersebut, pasalnya pengerjaan itu disebutnya sebagai proyek ugal - ugalan lantaran tidak mengindahkan kenyamanan warga dan keselamatan pengguna jalan. "Merusak sisi badan jalan, Saya pernah mau terpelosok ke lobang galian itu, ini sebenernya proyek negara untuk membuat mudah atau malah membuat celaka warga ?," tanya Masril.Jhn


.jpg)





.jpg)







