- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- DPRD Barito Utara Hadiri Pemakaman H Nadalsyah Koyem, Patih Herman Sampaikan Duka Mendalam
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Pakar Hukum: Pengembalian Dana Nasabah oleh Bank BUMN Tak Otomatis Jadi Kerugian Negara
- Bahas Penyusunan Raperda APBD Perubahan 2026, DPRD HSU Sambangi DPRD Barut
- Tingkatkan Kualitas Kesehatan Pelajar, Serma Supriyadi Dampingi Screening Kesehatan Di SDI Bina Insan Mulia
- Ketum IKKT Pragat Wira Anggini Pimpin Pengangkatan Ny. Rahmi Muzafar Sebagai Ketua IKKT PWA Cabang BS II Kogabwilhan II
- Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat
- Kanwil Kemenag Banten Raih Peringkat I Indeks Pengelolaan Aset 2025
Edukasi Pekerja Migran RI, Annisa Mahesa Ungkap Rahasia Aman Berutang

Keterangan Gambar : Edukasi Pekerja Migran RI, Annisa Mahesa Ungkap Rahasia Aman Berutang* *Rahasia Aman Berutang, Annisa Mahesa: Niat yang Baik Diiringi dengan Perencanaan yang Baik Pula
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, 21 April 2025 — Anggota Komisi XI DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten II, Annisa M.A. Mahesa, menegaskan edukasi keuangan merupakan pondasi utama dalam pengambilan keputusan berutang secara bijak, khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal tersebut disampaikannya dalam Talk show Srikandi Inspiratif bertema “Perempuan Berdaya dan Cerdas Finansial Menyongsong Masa Depan Sejahtera” yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (P2MI) di Gedung Dhanapala, Jakarta, Senin (21/4).
Dalam pemaparannya, Annisa menyoroti berbagai praktik berutang yang tidak bijak di masyarakat, terutama melalui pinjaman online, yang kerap digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Menurutnya, pola konsumsi seperti ini dapat menjerumuskan individu dalam siklus utang yang merugikan.
Menurutnya pinjaman seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, seperti modal usaha. Namun, meski tujuannya baik, berutang tetap harus disertai dengan perencanaan matang.
Baca Lainnya :
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Momentum Sumpah Pemuda, Komisi II Dorong Pemuda Aktif dalam Pembangunan
- Ngaku PNS di Medsos, Pria Ini Diduga Bawa Kabur Scoopy Rp 24 Juta
- HUT ke-67 Pemuda Pancasila Majalengka, Enther Nizar Tekankan Soliditas dan Aksi Sosial
“Kalau misalnya tidak ada pembiayaan (utang) tentu akan susah untuk permodalan. Ada yang niat awalnya baik berutang untuk modal, namun tidak dibarengi dengan perencanaan yang baik akhirnya boncos," ujar Annisa.
Ia juga mengajak para PMI untuk lebih aktif memanfaatkan berbagai fasilitas edukasi keuangan yang telah disediakan pemerintah, seperti situs informasi resmi dan layanan konsultasi melalui Call Center OJK. Annisa menekankan pentingnya kehati-hatian terhadap praktik pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang banyak menyasar kelompok rentan, termasuk PMI.
Sebagai bagian dari komitmen negara, Annisa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai akses pembiayaan legal dan terjangkau bagi PMI, di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus PMI, pembiayaan dari PT Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), perbankan milik negara, serta koperasi legal yang diawasi langsung oleh OJK dan Bank Indonesia.
Menutup sesi talkshow dalam rangka peringatan Hari Kartini, Annisa kembali menegaskan peran penting literasi keuangan dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga, terutama bagi perempuan PMI yang menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga.
"Maka, mulailah dari diri sendiri, pelajari lah keuangan yang baik dan benar supaya tidak terjerumus dari pilihan-pilihan yang kita buat sendiri. Bangunlah masa depan dengan keputusan-keputusan finansial yang bijak karena hidup kita masih panjang, kita yang bertanggung jawab untuk hidup kita sendiri", pungkasnya.(**)


.jpg)













