- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
Diduga Asal-Asalan, Proyek Pemasangan Uditch Senilai Hampir 100 Juta di Keluhkan Warga Gelam Jaya

Keterangan Gambar : Uditch yang diduga dikerjakan terkesan asal asalan
MEGAPOLITANPOS.COM, KAB TANGERANG -- Proyek pemasangan Uditch di Perum Villa Regensi, RT 01 RW 10, Desa Gelam Jaya dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek pemasangan Uditch tersebut dinilai asal-asalan dan acak-acakan.
Selaku warga, H. Mukhlisin, SH., yang juga Caleg 2024 dari partai PDI Perjuangan mengatakan, saya selaku masyarakat merasa kurang puas dengan hasil kinerja proyek pemasangan Uditch yang pengerjaanya asal jadi.
Baca Lainnya :
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
"Kami minta proyek pemasangan Uditch dikerjakan sesuai Speck karena anggaranya kan lumayan, jangan terkesan asal jadi yang nantinya berdampak saat musim hujan," tandasnya.
Salah satu warga lainya, Tedy Cung menuturkan, awalnya dirinya merasa senang dengan pengerjaan tersebut lantaran drainase yang ada dilingkunganya hendak diperbaiki dengan memasang Uditch.
"Sebenarnya niatnya bagus untuk memperbaiki lingkungan, tapi setelah melihat pengerjaanya, kami merasa kecewa karena dikerjakan asal-asalan dan acak-acakan," ungkapnya.
Menurutnya, proyek ini bukan menyelesaikan masalah malah bisa menimbulkan masalah baru ketika musim hujan tiba.
"Ini yang digali yang tinggi jadinya rendah sehingga dikhawatirkan aliran sungai tidak mengalir maksimal. Dengan yang di depan sama pengerjaanya saya lihat asal-asalan," kata Tedy saat dihubungi wartawan via WhatsApp. Senin (4/8/2023).
Ia berharap, Uditch dipasang sesuai jalur lurus, rumahnya yang maju-maju dibongkar agar Uditch bisa dipasang jadi tidak putus-putus pemasanganya tidak maksimal.
"Waktu ngukurnya kan lurus, bukan hanya saya warga lain juga mengeluhkan pengerjaan Uditch ini," tutupnya.
Untuk ketahui proyek tersebut di kerjakan oleh CV . Roselina Qaila Anshtara, menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tengerang/TA. 2023 dengan nilai Rp99,877,000,00-dengan estimasi pengerjaan selama 30 hari kalender. (Tim)









.jpg)







