- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Desa di Majalengka Bingung dengan Aplikasi Coretax, Butuh Solusi

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Desa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat merasa kebingungan dengan aplikasi sistem layanan perpajakan (Coretax), butuh solusi agar tidak menghambat kegiatan pembangunan yang telah direncanakan.
Hampir semua kepala desa serta sekertaris desa di Kecamatan Palasah, Leuwimunding, dan Rajagaluh mengungkapkan hal yang sama bahwa kendala tersebut berkaitan dengan login masuk dalam mengakses aplikasi coretax.
"Entah dikarenakan sinyal atau jaringan, yang jelas kami pemerintahan desa pastinya memiliki akses wifi. Jika dikarenakan kepadatan jaringan dalam akses itu kami mencoba siang hingga malam hari, namun tetap saja sama hasilnya," ungkap Ahmad Sapari salah satu sekdes di wilayah Kecamatan Rajagaluh. Sabtu, (22/02/2025)
Baca Lainnya :
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
Sebagian sekdes diwilayah itupun membenarkan juga mengaku, kendala lain juga dalam hal pembekalan materi atau bisa juga dibilang pelatihan yang sudah diberikan pada waktu satu hari tidak memberikan hasil dan solusinya.
"Kesulitan lain seperti desa memerlukan bukti faktur secara online dari penyedia atau vendor pengusaha yang menyediakan barang dan jasa harus memiliki akun coretax. Dimungkinkan belum mempunyai akses akun yang terdaftar," kata sekdes.
Diakhir, berharap ingin ada solusi agar tidak menghambat dalam menjalankan program roda pembangunan pemerintahan desa yang sudah terencana.
"Kesulitan ini pastinya sama karena bersifat secara nasional, kami akan bersabar sampai bisa terkoneksi menggunakan aplikasi coretax," tutupnya. ** (Agit)



.jpg)













