- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- Kapolri: Ziarah ke Makam Bung Karno Sebagai Bentuk Penajaman Presisi Polri
- Sekretariat DPRD Barito Utara Ikut Kerja Bakti Jelang Pembukaan Batara Expo 2026
Desa di Majalengka Bingung dengan Aplikasi Coretax, Butuh Solusi

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Desa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat merasa kebingungan dengan aplikasi sistem layanan perpajakan (Coretax), butuh solusi agar tidak menghambat kegiatan pembangunan yang telah direncanakan.
Hampir semua kepala desa serta sekertaris desa di Kecamatan Palasah, Leuwimunding, dan Rajagaluh mengungkapkan hal yang sama bahwa kendala tersebut berkaitan dengan login masuk dalam mengakses aplikasi coretax.
"Entah dikarenakan sinyal atau jaringan, yang jelas kami pemerintahan desa pastinya memiliki akses wifi. Jika dikarenakan kepadatan jaringan dalam akses itu kami mencoba siang hingga malam hari, namun tetap saja sama hasilnya," ungkap Ahmad Sapari salah satu sekdes di wilayah Kecamatan Rajagaluh. Sabtu, (22/02/2025)
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
Sebagian sekdes diwilayah itupun membenarkan juga mengaku, kendala lain juga dalam hal pembekalan materi atau bisa juga dibilang pelatihan yang sudah diberikan pada waktu satu hari tidak memberikan hasil dan solusinya.
"Kesulitan lain seperti desa memerlukan bukti faktur secara online dari penyedia atau vendor pengusaha yang menyediakan barang dan jasa harus memiliki akun coretax. Dimungkinkan belum mempunyai akses akun yang terdaftar," kata sekdes.
Diakhir, berharap ingin ada solusi agar tidak menghambat dalam menjalankan program roda pembangunan pemerintahan desa yang sudah terencana.
"Kesulitan ini pastinya sama karena bersifat secara nasional, kami akan bersabar sampai bisa terkoneksi menggunakan aplikasi coretax," tutupnya. ** (Agit)

















