- Fraksi Karya Indonesia Raya Tekankan Transparansi dan Manfaat APBD Perubahan 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Infrastruktur Strategis, Tekankan Pengawasan Pembangunan
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi Hadapi Puncak Karhutla 2026
- Debu Vulkanik Mengintai, Bupati Eman Langsung Siagakan Majalengka
- Ditlantas Polda Metro Jaya Bagikan 20.000 Lembar Masker ke Ojol, Waspada Sebaran Abu Vulkanik
- Diduga Kawatir Didemo Pengurus KONI, Wali Kota Blitar Menyelinap Kabur
- Kado 19 Penghargaan, Pada Harlah ke 104 PSHT Cabang Kota Blitar
- Indonesia Bawa Strategi Penguatan UMKM ke Forum APEC di Guangzhou
- Tekan Dampak Sebaran Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca
- Demi Keselamatan Siswa, DKI Jakarta Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Mulai Besok
Demi Keselamatan Siswa, DKI Jakarta Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Mulai Besok
.jpg)
Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah negeri dan swasta, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat, mulai Senin (7/9/2026).
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan di tengah kondisi udara dan informasi mengenai sebaran abu vulkanik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Proses belajar mengajar tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Baca Lainnya :
- Fraksi Karya Indonesia Raya Tekankan Transparansi dan Manfaat APBD Perubahan 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Infrastruktur Strategis, Tekankan Pengawasan Pembangunan
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi Hadapi Puncak Karhutla 2026
- Debu Vulkanik Mengintai, Bupati Eman Langsung Siagakan Majalengka
- Ditlantas Polda Metro Jaya Bagikan 20.000 Lembar Masker ke Ojol, Waspada Sebaran Abu Vulkanik
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” ujar Nahdiana, Minggu (6/9).
Untuk memastikan pelaksanaan PJJ berjalan optimal, Dinas Pendidikan DKI Jakarta berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan. Selain itu, dilakukan pendampingan dan pemantauan terhadap proses pembelajaran, termasuk menyiapkan alternatif apabila sekolah atau peserta didik menghadapi kendala.
Menurut Nahdiana, keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama dalam penerapan kebijakan tersebut.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kami juga mengimbau orang tua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” tuturnya.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memantau perkembangan kondisi udara serta informasi resmi mengenai sebaran abu vulkanik.
Kebijakan pembelajaran tersebut akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan.
“Kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi,” kata Nahdiana.
Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diimbau mengikuti arahan pemerintah serta menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga selama kondisi tersebut berlangsung.
Dengan penerapan PJJ ini, aktivitas pendidikan diharapkan tetap berjalan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik.Deskripsi
Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah negeri dan swasta dari PAUD hingga SMA mulai Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menjaga kesehatan dan keselamatan warga sekolah di tengah kondisi udara dan sebaran abu vulkanik.(AS/MP).


.jpg)
.jpg)











