- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Barito Utara Perkuat Mitigasi Karhutla dan Hidrometeorologi
- Wisuda XIII BKPRMI Barito Utara, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qur\\
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
Debat Semakin Panas Anies Semakin Cemerlang

Keterangan Gambar : Frans Immanuel Saragih, Presidium Perhimpunan Aktivis 98
JAKARTA, Minggu, 7 Januari 2024, debat capres ke-3 telah berlangsung dan menimbulkan beragam analis yang cukup penting untuk disimak. Debat ketiga ini semakin menegaskan capres nomor urut 1 Anies Baswedan semakin cemerlang, kemampuannya berada di atas kedua capres yang lain. Apalagi jika dibandingkan dengan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang terlihat tidak memiliki konsep jelas dan lebih dominan menampilkan sisi emosionalnya di sepanjang debat.
Demikian disampaikan Pengamat Komunikasi Politik Frans Immanuel Saragih di Jakarta, Selasa (9/1/2024).
Tetapi pernyataan yang jelas, komunikasinya jelas dan terstruktur ada pada diri Anies Baswedan. Anies berhasil menjelaskan apa yang harus dilakukan Indonesia sebagai Bangsa, apa yang harus dilakukan Indonesia sebagai negara yang bertetangga baik, bagaimana Indonesia harus bersikap dalam konflik laut China Selatan, bagaimana Indonesia harus bersikap dalam krisis di Palestina, bagaimana Indonesia harus mengembangkan Diplomasi Budaya.
Baca Lainnya :
- Refleksi Sumpah Pemuda 2025: Saatnya Bangsa Kembali ke Demokrasi Pancasila
- Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Membuka Acara Workshop Sejuta Ustadz Entrepreneur PB. Formula
- PB. Formula dan Kementerian Pertanian Bersinergi di Program Hilirisasi Komoditas Strategis Perkebunan Tahun 2025-2027
- Darurat Sampah, Kalung: Pusat Atasi Sampah Dihilir, Daerah Fokus Atasi Di Hulu dan Di Tengah
- Ketua PW. FORMULA Papua Barat Daya Memberikan Apresiasi dan Mendoakan Gubernur Elisa Kambu
“Dimana berbagai isu di atas merupakan hal penting yang harus dijalankan Indonesia dalam diplomasi Internasional,” katanya.
Selain itu Anies juga menyatakan bahwa ada ancaman pertahanan non tradisional yaitu ancaman Siber. Dimana Anies tidak menginginkan ada server dan situs pemerintah diretas oleh para hacker. Oleh karena itu kekuatan Siber harus ditingkatkan. Karena selain alutsista masalah siber memiliki peranan vital juga.
“Berdasarkan fakta yang ada, terlihat jelas dari enam sesi debat tersebut, Anies Baswedan kembali berhasil menguasai panggung debat disusul oleh Ganjar lalu selanjutnya Prabowo,” kata Frans.
Anies berhasil mencuri perhatian penonton dan berhasil membuat Prabowo merasa tidak nyaman. Begitu juga Ganjar mampu membuat Prabowo merasa tidak nyaman dengan beragam pernyataan.
Presidium Aktivis 98 ini menyampaikan, di akhir debat, closing statement Anies sangat jelas. “Anies menyampaikan pesan sebagaimana layaknya Presiden. Ini merupakan kecermelangan berpikir yang dimiliki Anies, show debat berhasil diambil Anies,” tegas Caleg NasDem untuk DPRD DKI wilayah Jakarta Pusat ini.
Kalimat selanjutnya Anies mengucapkan Indonesia akan tidak lagi absen dalam kegiatan global, sidang internasional, Indonesia akan mewarnai dunia dalam beragam kegiatan Internasional. Hal seperti ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan diplomasi Internasional, dan Presiden akan menjadi panglima diplomasi internasional.
“Jadi, debat capres ketiga membuat Anies semakin bersinar. Saya meyakini elektabilitas Anies akan melesat,” kata Frans.


.jpg)














