- Menikmati Buka Puasa di Atas Awan: Festival Ramadhan Hotel Neo Puri Indah Hadirkan City View Jakarta Barat dari Lantai 10
- PRSI Perluas Edukasi Robotika melalui Kunjungan ke SDN 01 Menteng
- Dekranasda Barito Utara Perkuat Pembinaan IKM Lewat Perlindungan Hak Cipta Batik
- BPK RI Lakukan Pemeriksaan Terinci, Pemkab Barito Utara Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Keuangan
- Pemkab Barito Utara Sambut Pemeriksaan Terinci BPK RI atas Laporan Keuangan
- Semarak Hari Jadi ke-186 Majalengka, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai di Jatitujuh
- Camat Palasah Tegaskan Prioritas Pembangunan Saat Buka Musrenbang RKPD 2027
- Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas
- Ade Duryawan Serap Aspirasi Masyarakat Palasah Lewat Musrenbang Kecamatan
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
Daulah Islam Irak mengumumkan gelombang ketiga operasi pembebasan para tawanan muslimah

BAGHDAD (megapolitanpos.com) –
Departemen Informasi Daulah Islam Irak bekerja sama dengan Al-Fajr Media
Center dan Al-Yaqin Media Center pada hari Jum'at (18/1/2013) lalu
merilis pernyataan resmi mujahidin Daulah Islam Irak tentang hasil
operasi jihad gelombang ketiga untuk membebaskan ribuan muslimah yang
dipenjarakan secara zalim oleh rezim Syiah Irak dukungan Iran dan
AS-NATO.
Dalam operasi tersebut, mujahidin terlibat pertempuran sengit dan
memukul mundur pasukan rezim Syiah Irak di gunun pasir propinsi Anbar
dan propinsi-propinsi mayoritas muslim sunni lainnya. Selain
menghancurkan kesatuan-kesatuan pasukan rezim Syiah Irak dan membebaskan
para tawanan muslimah di penjara-penjara rezim Syiah Irak, operasi
jihad itu juga bertujuan memutus dukungan militer rezim Syiah Irak bagi
rezim Nushairiyah Suriah yang membantai kaum muslimin sunni di Suriah.
Dalam pernyataan tersebut, Daulah Islam Irak kembali menegaskan
dukungannya kepada kaum muslimin sunni Irak yang selama enam pecan
terakhir melangsungkan aksi-aksi demonstrasi menuntut pelengseran rezim
Syiah Irak pimpinan PM Nouri Al-Maliki dan pembebasan ribuan muslim
sunni yang dipenjarakan secara zalim. Daulah Islam Irak mengingatkan
rakyat muslim sunni Irak untuk mengikhlaskan niat dalam aksi-aksi
demonstrasi tersebut dan membersihkan barisan mereka dari para
pengkhianat yang mencari keuntungan pribadi dari perjuangan kaum
muslimin.
Selain itu Daulah Islam Irak juga mengaku bertanggung jawab atas
serangan bom yang menewaskan Ifan Sa'dun Al-Isawi dan para pengawalnya.
Tokoh durjana Ifan Sa'dun Al-Isawi adalah salah seorang petinggi milisi
Shahwat buatan Amerika yang memerangi mujahidin sunni dan mengabdi
kepada rezim Syiah Irak. Ia merupakan tokoh pengkhianat muslim sunni
level atas yang sangat diandalkan oleh tuan besar penjajah AS-NATO guna
memerangi mujahidin Irak. Atas jasa-jasanya mengabdi kepada AS-NATO dan
rezim Syiah Irak tersebut, ia mendapat jabatan tinggi dan fasilitas
hidup yang mewah. (muhib almajdi/arrahmah.com)


.jpg)








.jpg)





