- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Gara Gara Terperosok Limbah Blotong Panas Pabrik Gula Dua Warga Alami Luka Bakar Serius.
- Babinsa dan Komduk Intensifkan Patroli Malam.
- PRI Bidik Generasi Z, Budi Pramono: Anak Muda Jadi Kekuatan Partai
- Dandim 0506/Tgr Tinjau Langsung Distribusi 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kampung Koceak.
- Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri dan Komjen Wisnu Hadiningrat sebagai Wakapolri
- Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei.
- Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.
Bupati Rini Apresiasi Kinerja Baznas Terhadap Upaya Menekan Kasus Stunting di Kabupaten Blitar, ini Pesannya

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Rini Syarifah hadiri pentasarufan bagi warga stunting di Kecamatan Garum
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blitar semakin eksis membantu pemerintah menanggulangi dan pengentasan kemiskinan, dan juga mengatasi stunting, seperti yang dilakukan Baznas di Kecamatan Garum pada Kamis (22/06/23) menyelenggarakan acara pentasarufan bantuan penambahan gizi bagi anak penderita stunting, bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan setempat.
Acara yang berlangsung pagi itu dihadiri oleh Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah (Baznas) bekerjasama dengan pinsar Indonesia. Pentasarufan dari Baznas Kabupaten Blitar pagi itu, Bupati Rini secara simbolis memberikan bantuan untuk 150 anak yang mengalami stunting berupa 60 butir telor untuk setiap anak.
Bupati Rini Syarifah pada kesempatan itu menyampaikan, bahwa pentasarufan bagi penderita stunting dari Baznas adalah wujud perhatian serta komitmen Baznas bersama Pemkab Blitar mengatasi penurunan angka stunting.
Baca Lainnya :
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga

"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blitar sangat mengapresiasi kinerja Baznas yang mendukun dan peran sertanya dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Blitar"ungkapnya.
Menurunkan angka stunting merupakan tanggungjawab bersama, guna terwujudnya tujuan menurut stunting, Rini Syarifah mengajak semua komponen masyarakat, organisasi perangkat daerah perangkat daerah, lembaga untuk bersatu mengatasi masalah stunting.
"Kita perlu menyamakan persepsi pemahaman akan pentingnya pola makan yang baik bagi pertumbuhan anak-anak , dengan kerja sama kita semua, kita dapat mengatasi masalah stunting demi masa depan generasi mendatang yang lebih baik,"tuturnya.
Disampaikan lebih lanjut oleh Rini, bahwa pentasyarufan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Blitar. Karena berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Blitar tahun 2021 sebesar 14,5% dan pada tahun 2022 turun 0,2% atau menjadi 14,3%. Sementara target Kabupaten Blitar di tahun 2024 adalah sebesar 8,6%.
"Marilah kita berdayakan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat, serta terus berinovasi pesan saya, kepada seluruh kepala desa/lurah harus benar-benar memantau warganya. Data stunting harus akurat sehingga penanganannya juga tepat dan akurat,"jlentrehnya.

Dilain sisi Drs. Achmas Husein selakunKetua Baznas Kabupaten Blitar juga menyampaikan untuk pemberian bantuan tersebut untuk telur setiap anak stunting 60 biji telur berlanjut selama 6 bulan sebanyak 150 anak stunting se-kecamatan Garum. Harapannya dengan perbaikan gizi ini putra putri berkembang normal , normal secara fisik dan normal secara fikiran, sehingga kedepan jadi anak yang cerdas dan bermanfaat berguna untuk Nusa dan Bangsa," terang Husein.
Kabupaten Blitar terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi stunting diantaranya, melakukan deteksi dini balita stunting, monitoring dan evaluasi data stunting, pemberian PMT Balita Kurus dan PMT Ibu Hamil KEK, pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri dan Ibu Hamil, pelayanan Kesehatan Calon Pengantin, pelayanan Kesehatan pada Ibu Hamil, ibu bersalin dan ibu nifas, kelas Ibu Hamil hingga Imunisasi Dasar Lengkap.
Mak Rini menyebutkan hasil analisis situasi Tahun 2022 yang melibatkan Dinas BAPPEDA, Dinas Kesehatan, serta Perangkat Daerah terkait dengan didampingi oleh TIM pendamping Koordinator Provinsi Jawa Timur adalah sasaran pencegahan stunting ada di 26 Desa dari 12 Kecamatan.(adv/za/mp)

.jpg)

.jpg)
.jpg)



.jpg)
.jpg)





