- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
BP2MI dan Kedutaan Jepang Lepas Ratusan Pekerja Migran Indonesia G to G

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Minister of Embassy of Japan (Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia) Ueda Hajime melepas sebanyak 309 pekerja migran Indonesia (PMI) skema penempatan antar pemerintah atau Government to Government (G to G) Jepang dan 149 PMI Korea Selatan di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin (17/6/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Ueda berharap pekerja migran Indonesia dapat menjadi jembatan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.
"Tahun lalu kita merayakan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Saya berharap kalian semua menjadi jembatan antara Indonesia dan Jepang dan dapat berkontribusi terhadap kedua negara," ungkap Ueda.
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
Ueda menambahkan, bahwa setibanya di Jepang, mereka akan mengikuti pelatihan selama enam bulan dan kemudian berlatih di pusat kesehatan atau rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah di Jepang.
"Sebelumnya kalian telah menyelesaikan proses pelatihan di Indonesia yang panjang dan akan segera berangkat ke Jepang. Pasti ada kecemasan saat memulai perjalanan memasuki menuju dunia baru. Memang sulit bekerja di Jepang yang membutuhkan kedisiplinan, sehingga kalian bisa merasa enggan pada awalnya. Namun, bekerja samalah dengan senior di sana, dan saya yakin 3-4 tahun kalian akan mendapatkan sertifikat nasional," beber Ueda.
Sementara itu, Benny mengatakan bahwa kegiatan atau seremoni pelepasan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan negara kepada pekerja migran Indonesia, para penyumbang devisa sebanyak 227 triliun rupiah.
“Hari ini sungguh gegap gempita, membuktikan kalian siap bertarung bekerja ke luar negeri. Kalian tidak lagi berangkat dengan rasa malu, tapi berangkat dengan kepala tegak dan membusungkan dada karena Pekerja Migran Indonesia adalah pejuang bangsa. Negara wajib memberi penghormatan kepada kalian," cetus Benny dalam sambutannya.
Meskipun, lanjut Benny, masih ada saja pihak-pihak yang memandang rendah Pekerja Migran Indonesia sebagai beban negara.
"Anggapan seperti itu terus ada. Namun saya sudah disumpah sebagai Kepala BP2MI, dan saya harus menjadi manusia yang bermanfaat. Bagi saya, lebih baik dimarahi pimpinan daripada dimarahi rakyat. Karena itu, tolong bantu pemerintah, bantu kami, kampanyekan hal-hal yang kalian alami untuk bekerja scara prosedural ke Korea Selatan dan Jepang," terang Benny.
Benny juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus berdiskusi dengan Jepang dan mengajukan tiga permintaan. Pertama, tempat pelatihan diperluas, jangan hanya berada di pulau Jawa agar anak-anak di luar Jawa juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja ke luar negeri. Kedua, penambahan kuota, dan ketiga adalah penambahan sektor jabatan lainnya.
“Permintaan ini sudah saya sampaikan sejak tahun 2020, dan tentu mereka juga membutuhkan waktu untuk memprosesnya. Namun akan tetap kita lakukan usaha-usaha ke depan. Kita ingin menunjukkan kepada negara-negara luar, bahwa jika berbicara tentang pekerja Indonesia, mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian, kompetensi, dan kemampuan berbahasa," tutup Benny.
Pada pelepasan PMI G to G Jepang dan Korea Selatan, turut hadir menerima pembekalan secara luring dan daring sebanyak 530 calon PMI G to G Korea Selatan.(*/Anton)




.jpg)



.jpg)







