- 127 Kasus Kejahatan Jalanan 3C di Wilkum Polda Metro Berhasil Diungkap, 173 Pelaku Ditangkap
- PRSI Babel Sukses Ramaikan Festival Semarak Ekraf Lewat Bangka Robotic Competition 2026
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang
- Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Lemhannas RI, Menteri Nusron: Perkuat Kepastian Hukum Aset Negara
- Klarifikasi Terkait Viral Harga Tabung Gas 3 Kg di Koperasi Merah Putih Ciakar, Tangerang Banten
- Belum Ada Kepastian, PT Aditya Laksana Sejahtera Minta OJK Perjelas Jadwal Mediasi
- Menteri Maman: SAPA UMKM Ubah Data Statis Jadi Kebijakan Tepat Sasaran
- Pemerintah Siapkan Regulasi DHE dan Ekspor CPO Jelang Berlaku 1 Juni 2026
- UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya Digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
BP2MI dan Kedutaan Jepang Lepas Ratusan Pekerja Migran Indonesia G to G

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Minister of Embassy of Japan (Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia) Ueda Hajime melepas sebanyak 309 pekerja migran Indonesia (PMI) skema penempatan antar pemerintah atau Government to Government (G to G) Jepang dan 149 PMI Korea Selatan di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin (17/6/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Ueda berharap pekerja migran Indonesia dapat menjadi jembatan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.
"Tahun lalu kita merayakan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Saya berharap kalian semua menjadi jembatan antara Indonesia dan Jepang dan dapat berkontribusi terhadap kedua negara," ungkap Ueda.
Baca Lainnya :
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
Ueda menambahkan, bahwa setibanya di Jepang, mereka akan mengikuti pelatihan selama enam bulan dan kemudian berlatih di pusat kesehatan atau rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah di Jepang.
"Sebelumnya kalian telah menyelesaikan proses pelatihan di Indonesia yang panjang dan akan segera berangkat ke Jepang. Pasti ada kecemasan saat memulai perjalanan memasuki menuju dunia baru. Memang sulit bekerja di Jepang yang membutuhkan kedisiplinan, sehingga kalian bisa merasa enggan pada awalnya. Namun, bekerja samalah dengan senior di sana, dan saya yakin 3-4 tahun kalian akan mendapatkan sertifikat nasional," beber Ueda.
Sementara itu, Benny mengatakan bahwa kegiatan atau seremoni pelepasan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan negara kepada pekerja migran Indonesia, para penyumbang devisa sebanyak 227 triliun rupiah.
“Hari ini sungguh gegap gempita, membuktikan kalian siap bertarung bekerja ke luar negeri. Kalian tidak lagi berangkat dengan rasa malu, tapi berangkat dengan kepala tegak dan membusungkan dada karena Pekerja Migran Indonesia adalah pejuang bangsa. Negara wajib memberi penghormatan kepada kalian," cetus Benny dalam sambutannya.
Meskipun, lanjut Benny, masih ada saja pihak-pihak yang memandang rendah Pekerja Migran Indonesia sebagai beban negara.
"Anggapan seperti itu terus ada. Namun saya sudah disumpah sebagai Kepala BP2MI, dan saya harus menjadi manusia yang bermanfaat. Bagi saya, lebih baik dimarahi pimpinan daripada dimarahi rakyat. Karena itu, tolong bantu pemerintah, bantu kami, kampanyekan hal-hal yang kalian alami untuk bekerja scara prosedural ke Korea Selatan dan Jepang," terang Benny.
Benny juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus berdiskusi dengan Jepang dan mengajukan tiga permintaan. Pertama, tempat pelatihan diperluas, jangan hanya berada di pulau Jawa agar anak-anak di luar Jawa juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja ke luar negeri. Kedua, penambahan kuota, dan ketiga adalah penambahan sektor jabatan lainnya.
“Permintaan ini sudah saya sampaikan sejak tahun 2020, dan tentu mereka juga membutuhkan waktu untuk memprosesnya. Namun akan tetap kita lakukan usaha-usaha ke depan. Kita ingin menunjukkan kepada negara-negara luar, bahwa jika berbicara tentang pekerja Indonesia, mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian, kompetensi, dan kemampuan berbahasa," tutup Benny.
Pada pelepasan PMI G to G Jepang dan Korea Selatan, turut hadir menerima pembekalan secara luring dan daring sebanyak 530 calon PMI G to G Korea Selatan.(*/Anton)



.jpg)











