- PWI Jaya Matangkan MHT 2026, Total Hadiah Rp255 Juta
- Tan Ngi Hing : Dukung Rasionalisasi Platform Anggaran MBG Rp270 Trilyun 2027
- Dua Polisi Gadungan Diamankan Polsek Jatiuwung
- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
BP2MI dan Kedutaan Jepang Lepas Ratusan Pekerja Migran Indonesia G to G

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Minister of Embassy of Japan (Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia) Ueda Hajime melepas sebanyak 309 pekerja migran Indonesia (PMI) skema penempatan antar pemerintah atau Government to Government (G to G) Jepang dan 149 PMI Korea Selatan di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin (17/6/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Ueda berharap pekerja migran Indonesia dapat menjadi jembatan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.
"Tahun lalu kita merayakan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Saya berharap kalian semua menjadi jembatan antara Indonesia dan Jepang dan dapat berkontribusi terhadap kedua negara," ungkap Ueda.
Baca Lainnya :
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
Ueda menambahkan, bahwa setibanya di Jepang, mereka akan mengikuti pelatihan selama enam bulan dan kemudian berlatih di pusat kesehatan atau rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah di Jepang.
"Sebelumnya kalian telah menyelesaikan proses pelatihan di Indonesia yang panjang dan akan segera berangkat ke Jepang. Pasti ada kecemasan saat memulai perjalanan memasuki menuju dunia baru. Memang sulit bekerja di Jepang yang membutuhkan kedisiplinan, sehingga kalian bisa merasa enggan pada awalnya. Namun, bekerja samalah dengan senior di sana, dan saya yakin 3-4 tahun kalian akan mendapatkan sertifikat nasional," beber Ueda.
Sementara itu, Benny mengatakan bahwa kegiatan atau seremoni pelepasan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan negara kepada pekerja migran Indonesia, para penyumbang devisa sebanyak 227 triliun rupiah.
“Hari ini sungguh gegap gempita, membuktikan kalian siap bertarung bekerja ke luar negeri. Kalian tidak lagi berangkat dengan rasa malu, tapi berangkat dengan kepala tegak dan membusungkan dada karena Pekerja Migran Indonesia adalah pejuang bangsa. Negara wajib memberi penghormatan kepada kalian," cetus Benny dalam sambutannya.
Meskipun, lanjut Benny, masih ada saja pihak-pihak yang memandang rendah Pekerja Migran Indonesia sebagai beban negara.
"Anggapan seperti itu terus ada. Namun saya sudah disumpah sebagai Kepala BP2MI, dan saya harus menjadi manusia yang bermanfaat. Bagi saya, lebih baik dimarahi pimpinan daripada dimarahi rakyat. Karena itu, tolong bantu pemerintah, bantu kami, kampanyekan hal-hal yang kalian alami untuk bekerja scara prosedural ke Korea Selatan dan Jepang," terang Benny.
Benny juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus berdiskusi dengan Jepang dan mengajukan tiga permintaan. Pertama, tempat pelatihan diperluas, jangan hanya berada di pulau Jawa agar anak-anak di luar Jawa juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja ke luar negeri. Kedua, penambahan kuota, dan ketiga adalah penambahan sektor jabatan lainnya.
“Permintaan ini sudah saya sampaikan sejak tahun 2020, dan tentu mereka juga membutuhkan waktu untuk memprosesnya. Namun akan tetap kita lakukan usaha-usaha ke depan. Kita ingin menunjukkan kepada negara-negara luar, bahwa jika berbicara tentang pekerja Indonesia, mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian, kompetensi, dan kemampuan berbahasa," tutup Benny.
Pada pelepasan PMI G to G Jepang dan Korea Selatan, turut hadir menerima pembekalan secara luring dan daring sebanyak 530 calon PMI G to G Korea Selatan.(*/Anton)



_-_Copy.jpg)













