- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
BNI-Kemenkes Bekerjasama Berikan Bantuan Peralatan Untuk RS Apung doctorSHARE

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam rangka Penyerahan Bantuan Peralatan Operasi Mata Katarak untuk salah satu Rumah Sakit (RS) Kapal di Indonesia yaitu Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II.
Bantuan ini akan digunakan untuk memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan terutama pada Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).
Adapun bantuan ini diserahkan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly dan Direktur Institutional Banking BNI Muhammad Iqbal di Jakarta, Minggu (18/11/2023).
Baca Lainnya :
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
Iqbal mengatakan perseroan merasa bangga dapat diberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam bantuan operasional mata katarak untuk RS Kapal ini.
Sebagai bank milik negara, BNI berupaya proaktif untuk memberikan benefit sosial untuk seluruh masyarakat Indonesia khususnya di DTPK.
“Dengan kerja sama bantuan ini, diharapkan persoalan terkait minimnya peralatan kesehatan untuk melakukan tindakan operasi mata di RSA Nusa Waluya II dapat teratasi,” ujar Iqbal.
Adapun berdasarkan data BPS, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.001 pulau dengan jumlah penduduk 275,77 juta jiwa atau terbanyak keempat di dunia.
Di antara pulau tersebut, terdapat kabupaten atau kota yang memilki wilayah kerja yang sulit diakses, dan tidak semua memiliki fasilltas kesehatan atau tenaga medis yang memadai.
Hadirnya RS Kapal seperti RSA Nusa Waluya II sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bergerak yang menyelenggarakan pelayanan secara profesional dari satu pulau ke pulau lain di DTPK.
Saat ini sudah ada 3 RS Kapal dari Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE), yaitu : RSA Nusa Waluya ll, RSA dr. Lie Dharmawan Il, dan RSA Wadio.
Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan BNI bersama Kemenkes juga bekerja sama dalam hal Pengeloaan Dana Institusi dan Perorangan. BNI sebagai Bank Tunggal Penyaluran Dana BOK Puskesmas 2023 sebanyak 9.610 puskesmas dan 9.709 puskesmas di tahun 2024 serta pembukaan rekening untuk dokter afirmasi.
“Kami harap kerjasama ini dapat terus berlanjut, dan kami akan selalu berupaya menyediakan solusi terbaik untuk memberikan nilai tambah di bidang industri dan sosial di sektor kesehatan Tanah Air," pungkas Iqbal. (Reporter: Achmad Sholeh)

.jpg)

.jpg)
.jpg)











