- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
- Disdik Barito Utara Perkuat Sinergi Pendidikan Bersama Korwil dan Pengawas Sekolah
- Bupati Barito Utara Sholat Idul Adha Bersama Masyarakat di Masjid Jami Muara Teweh
BNI Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Hadirkan Solusi Kredit Produktif untuk UMKM dan PMI
.jpg)
Keterangan Gambar : Acara puncak program Akad Massal 800.000 Debitur UMKM yang dipusatkan di Dyandra Convention Center, Surabaya
MEGAPOLITANPOS.COM, Surabaya, — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif nasional.
Melalui program Akad Massal 800.000 Debitur UMKM (KUR, PMI, KPP) dan Penciptaan Lapangan Kerja, BNI turut menyukseskan kegiatan nasional yang digelar serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Acara puncak program Akad Massal 800.000 Debitur UMKM yang dipusatkan di Dyandra Convention Center, Surabaya, dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koperasi dan UMKM Maman Abdurrahman, dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin.
Baca Lainnya :
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para kepala daerah, serta Direktur Institutional Banking BNI, Eko Setyo Nugroho, mewakili Himbara.
Simbol Sinergi Pemerintah dan Perbankan
Menko Airlangga menegaskan, program ini menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat dalam memperluas akses pembiayaan produktif di seluruh daerah.
“Program KUR dan kredit produktif lainnya menjadi pilar penting dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional. Dengan kerja sama lintas pihak, saya yakin program ini dapat memajukan usaha-usaha produktif di masa depan,” ujar Airlangga.
Menteri P2MI Mukhtarudin menambahkan, KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi langkah penting dalam memastikan pekerja migran memperoleh pembiayaan layak dan tidak terjerat pinjaman informal.
“Akad hari ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memberdayakan pekerja migran agar bisa berangkat dengan pembiayaan yang lebih ringan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti peran sektor UMKM dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Setiap usaha mikro, kecil, dan menengah mampu menyerap dua hingga tiga tenaga kerja baru. Pertumbuhan ekonomi dapat digerakkan dari semangat kemandirian yang lahir dari UMKM,” jelasnya.
Khofifah: Momentum Ekonomi Rakyat di Era Pemerintahan Baru
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik penunjukan Surabaya sebagai pusat kegiatan nasional.
“Akad massal ini menjadi momentum untuk membuka lebih banyak lapangan kerja baru dan menumbuhkan semangat ekonomi rakyat di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” kata Khofifah.
BNI Perluas Akses Pembiayaan Produktif
Direktur Institutional Banking BNI Eko Setyo Nugroho menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BNI dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“Melalui kegiatan akad massal ini, kami ingin menghadirkan kemudahan dan percepatan akses kredit agar masyarakat semakin berdaya dan ekonomi daerah terus tumbuh,” ujar Eko.
Di lokasi Surabaya, tercatat 404 debitur BNI menjadi bagian dari 2.250 debitur yang melakukan akad massal secara langsung, mencakup skema pembiayaan seperti KUR mikro, KUR kecil, KUR PMI, dan Kredit Program Perumahan (KPP).
Para penerima manfaat berasal dari sektor pertanian, perdagangan, dan jasa produktif di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Selain di Surabaya, BNI juga mengoordinasikan pelaksanaan akad massal di dua titik lain, yakni Aula Kantor Gubernur Kalimantan Utara dan Gedung Pogombo, Sulawesi Tengah, yang melibatkan ratusan debitur dari berbagai sektor ekonomi lokal.
Komitmen BNI untuk Ekonomi Inklusif
Eko menegaskan, langkah ini sejalan dengan peran BNI sebagai bank penyalur KUR dan kredit program pemerintah yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi rakyat.
“BNI akan terus hadir sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui dukungan nyata terhadap sektor produktif dan pembiayaan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui partisipasi dalam program ini, BNI berharap dapat mempercepat pemerataan ekonomi, mendorong tumbuhnya UMKM baru, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di berbagai daerah.
Dengan memperluas akses keuangan inklusif dan pembiayaan produktif, BNI menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













